Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lahan Pertanian di Pesisir Kecamatan Sayung Berubah Fungsi Jadi Tambak

Agus AP • Rabu, 7 Desember 2022 | 22:39 WIB
Lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sayung yang kini berubah fungsi menjadi tambak karena terdampak air rob. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sayung yang kini berubah fungsi menjadi tambak karena terdampak air rob. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Demak - Lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sayung, termasuk di Desa Bedono kini banyak yang berubah fungsi menjadi tambak karena terdampak rob. Karena itu, Pemerintah Desa Bedono, Kecamatan Sayung terus berupaya mempertahankan wilayahnya agar tidak terus menerus terkikis oleh abrasi dan rob.

Salah satunya juga dengan melakukan penanaman mangrove bersama pihak pihak terkait, termasuk dukungan dari Pemkab Demak, utamanya dukungan dari oganisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Baik dari Dinas Pertanian (Dinpertan) Pangan, maupun dinas lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinputaru.

Kepala Desa Bedono, Agus Salim mengatakan, abrasi telah mengikis lahan produktif pertanian di wilayah yang dipimpinnya tersebut. Air tidak hanya memusnahkan lahan pertanian maupun pertambakan warga. Namun, gelombang pasang juga merusak infarstruktur jalan dan fasilitas umum lainnya.

“Maka, kita dari pemdes mendukung sepenuhnya upaya upaya yang dilakukan Pemkab Demak dalam ikut serta menanggulangi bencana abrasi dan rob di desa kami ini,”katanya. Menurutnya, mangrove ditanam tiap tahun oleh berbagai pihak yang peduli dengan lingkungan pesisir.

“Akibat abrasi ini, kita bersahabat dengan air. Biasanya warga selalu menghadapi rob besar di bulan Mei dan Juni,”katanya.

Dia mengatakan, dengan menanam mangrove yang telah dilakukan bertahun-tahun akhirnya warga bisa bertahan hingga kini. Meskipun, banyak juga warga yang eksodus pindah ke daerah lain. Namun, hingga sekarang sebagian warga masih tetap bertahan dirumahnya yang tiap saat terendam air rob.

Agus menambahkan, warga yang usianya telah lanjut bertekad tetap menempati rumahnya hingga meninggal. Itu dilakukan sebagai wujud cinta tanah air atau tanah kelahiran mereka. “Kita melihat semangat sebagian warga untuk tetap bertahan. Kami beri support dan dukungan kepada warga agar bisa mensikapi kondisi bencana abrasi dan rob dengan baik,”katanya.

Kepala Dinpertan Pangan, Agus Herawan mengapresiasi Pemdes Bedono yang terus berupaya menanam mangrove untuk melindungi kawasan pesisir tersebut. “Kita melihat memang lahan pertanian disana sudah terkikis habis akibat air laut,”katanya. (hib) Editor : Agus AP
#Dinpertan pangan