Kepala Dinpertan Pangan Pemkab Demak Agus Herawan melalui Kasubag Program Dinpertan Pangan, Masrukhin mengungkapkan, selama dua tahun terakhir ini tidak ada kebijakan impor beras meskipun harga di pasaran mengalami naik turun. Bahkan, kadang stok banyak tapi harga tetap turun. Menurutnya, impor tidak selamanya berpengaruh terhadap harga komoditas.
"Meskipun demikian, kalau ada informasi soal impor beras ini kita langsung koordinasi dengan kementerian. Kita juga cek langsung ke Bulog dan mitra lainnya terkait kondisi yang ada termasuk stok beras di gudang,"katanya.
Menurutnya, pengecekan gudang beras termasuk di Bulog akan memudahkan pemantauan dilapangan dan memudahkan laporan terkait data yang dibutuhkan."Misalnya, kita harus tahu berapa cadangan beras yang ada di gudang. Mengapa masih kurang lalu antisipasinya seperti apa menjadi perhatian kita semua,"katanya.
Dengan berbekal data ini, cek dan ricek selalu dilakukan. Ini sebagai upaya melindungi petani. "Kalau petani kita minta untuk rajin menanam namun saat panen harga turun inikan kasihan mereka. Jadi, harus ada upaya-upaya perlindungan seperti itu agar petani nyaman menanam dan aman dalam penjualan hasil produksi,"kata dia.
Menurutnya, perlu adanya kepastian dalam perlindungan terhadap petani. Sebab, petani merupakan garda terdepan dalam penyediaan stok untuk ketahanan pangan. Tanpa adanya petani, stok pangan di daerah yang kurang dapat berpengaruh terhadap kondisi stok pangan nasional.
"Nah, stabilitas ekonomi masyarakat ini harus kita perhatikan agar ada keberlangsungan dalam menjaga ketahanan pangan,"katanya. (hib/web/bas) Editor : Agus AP