Catatan ini disampaikan dalam forum rapat evaluasi yang digelar langsung di Balai Desa Pilangsari dan Dombo, Kecamatan Sayung pasca kunjungan lapangan.
Kabid P2PP, Sukardjo, SKM, MKes menyampaikan, bahwa catatan yang dituangkan dalam kertas kerja dan rekomendasi tim audit ini menunjukkan sejumlah fakta kondisi riil di lapangan.
Dicontohkan, seperti kondisi baduta 16 bulan atas nama Zannuba Sanal Bargi Anafa, asal Dukuh Karangtengah, Desa Pilangsari.
Anak ketiga dari empat bersaudara ini, telah memiliki adik yang baru berusia 10 hari. Zannuba juga diberi susu formula, namun pembuatannya terlalu encer.
"Banyaknya jumlah anak dengan jarak kelahiran yang dekat ini tentu menjadi salah satu faktor risiko stunting, termasuk tantangan dalam pengasuhan dan penyediaan asupan gizi,"katanya.
Dengan kondisi itu, maka intervensi yang perlu diberikan pada orang tua baduta Zannuba diantaranya yaitu edukasi pembuatan susu formula sesuai takaran yang pas, pemberian PMT, serta KIE KB MKJP.
Kasus lain, ada pada balita 2 tahun M Arkana Ibrahim, asal Dukuh Pilang, Desa Pilangsari. Sehari- hari asupan susu yang diberikan ternyata adalah minuman kental manis. Kondisi ini jika diteruskan tentu tidak baik bagi tumbuh kembang balita tersebut.
"Karenanya, salah satu intervensi yang dirumuskan yaitu edukasi konsumsi jenis susu yang sesuai dengan tahapan usia anak dan pemberian PMT. Termasuk KIE pola asuh dan pola makan anak yang sesuai dengan porsi isi piringku,"katanya.
Seperti diketahui, audit kasus stunting sendiri adalah kegiatan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa, melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.
Adapun, berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting disebutkan, bahwa intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan.
Sementara intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk penurunan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi. (web/adv/2.326 karakter/hib)
Editor : Baskoro Septiadi