RADARSEMARANG.ID – Berawal dari usaha membuat hampers ayam taliwang saat Lebaran, jebolan Master Chef Indonesia season 12, Malrani Ayu Oktavia kini sukses mengembangkan bisnis baru bertajuk Sego Bebek Mbak Mal.
Warga Kendal, Jawa Tengah ini membuat menu utama bebek bakar dengan bumbu ireng khas dan sajian unik bernama nasi kemaruk.
Malrani mengungkapkan, ide membuka bisnis bebek berawal dari tingginya minat masyarakat terhadap ayam taliwang yang sempat ia jual secara rumahan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Ribuan Pasang Mata Saksikan Duel Iran vs New Zaeland di Los Angeles Stadium
Banyak pelanggan rela datang dari luar kota meski harus membayar ongkos kirim yang cukup mahal.
"Awalnya saya jual hampers ayam taliwang waktu Lebaran dan ternyata responsnya luar biasa. Dari situ saya berpikir untuk mengembangkan usaha, tetapi proses memasak ayam taliwang cukup rumit dan memakan waktu," ujarnya.
Top 10 Master Chef Indonesia season 12 ini kemudian mencoba kembali menjual bebek dengan konsep ala Madura.
Pilihan itu dianggap lebih sederhana dari sisi produksi, namun tetap memiliki cita rasa yang kuat.
Setelah melalui sejumlah percobaan resep termasuk belajar dari pengalamannya mengikuti kompetisi memasak itu, lahirlah Sego Bebek yang mulai beroperasi sekitar dua bulan terakhir.
Promosi usaha ini sepenuhnya mengandalkan media sosial, mulai dari Threads, Instagram hingga TikTok. Apalagi dirinya memiliki ribuan follower.
Unggahan sederhana yang dibuatnya ternyata mendapat perhatian warganet dan sejumlah figur publik, sehingga nama Sego Bebek semakin dikenal.
"Dari satu unggahan di Threads, banyak orang penasaran dan datang mencoba. Mereka kemudian membuat video ulasan sendiri dan akhirnya ramai di media sosial," katanya.
Keunikan Sego Bebek tidak hanya terletak pada bebek bakarnya, tetapi juga pilihan tiga sambal khas, akni sambal Lamongan, sambal bawang, dan sambal pencit berbahan dasar mangga muda.
Selain itu, tersedia nasi kemaruk, yakni nasi berbumbu daun jeruk dan kemangi dengan tambahan minyak kelapa yang memberikan aroma lebih harum dan rasa gurih.
Menurutnya, kunci utama menjaga cita rasa bukan berasal dari resep rahasia, melainkan keberanian menggunakan bumbu dalam takaran yang tepat.
"Sebenarnya bumbunya sederhana, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, jintan dan ketumbar. Yang penting tidak pelit bumbu dan kadar asinnya pas," jelasnya.
Malrani juga mengungkapkan proses memasak juga masih mempertahankan cara tradisional.
Bumbu ireng dimasak hingga satu setengah jam sambil terus diaduk agar mengeluarkan minyak, sedangkan bebek dan nasi dimasak menggunakan tungku kayu bakar.
"Kalau dimasak dengan kayu bakar rasanya memang berbeda, lebih gurih dan aromanya lebih keluar," imbuhnya.
Baca Juga: Terikat Janji Episode 74: Bagaimana Nasib Davina Setelah Tahu Identitas Asli Sena Terbongkar?
Keaslian rasa bebek ala Madura yang dihadirkan Sego Bebek Mbak Mal bahkan mendapat pengakuan dari pelanggan asal Madura.
Salah seorang pengunjung disebut mengaku menemukan cita rasa yang mengingatkannya pada bebek khas kampung halamannya.
Saat ini Sego Bebek beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 hingga makanan habis, dengan libur setiap Senin. Selain menu bebek, pada akhir pekan tersedia ayam berbumbu ireng serta berbagai pelengkap seperti bakwan jagung, tempe goreng renyah, terong goreng, dan "Nori Jawa" berbahan dasar daun singkong krispi.
Satu porsi Suko Bebek dibanderol Rp37 ribu dan berisi nasi kemaruk, potongan bebek berukuran besar, bumbu ireng, dua pilihan sambal, lalapan, serta taburan Nori Jawa.
Meski baru berjalan beberapa bulan dan masih dikelola bersama suami dengan bantuan satu karyawan, Malrani optimistis usahanya akan terus berkembang.
Target terdekatnya adalah membuka outlet permanen di pinggir jalan utama agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Saat ini masih ada di rumah ya di RT 04/RW 01, Bakalan, Banjarejo, Kecamatan Boja.
"Harapannya tahun ini bisa punya outlet sendiri dan Sego Bebek semakin dikenal," pungkasnya. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi