Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Kota-kota Terlarang Zaman Nabi yang Sekarang Jadi Destinasi Wisata era Raja Mohammed bin Salman MBS

Falakhudin • Kamis, 24 April 2025 | 12:43 WIB
Mengenal Kota-kota Terlarang Zaman Nabi yang Sekarang Jadi Destinasi Wisata era Raja Mohammed bin Salman (MBS)
Mengenal Kota-kota Terlarang Zaman Nabi yang Sekarang Jadi Destinasi Wisata era Raja Mohammed bin Salman (MBS)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Arab Saudi, dalam upayanya mewujudkan Visi 2030, telah membuka kembali akses ke beberapa wilayah yang sebelumnya dianggap terlarang atau dihindari.

Langkah ini bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak.

 

Meskipun memiliki nilai arkeologis tinggi dan sejarah yang kaya, wilayah ini memiliki riwayat yang kontroversial, termasuk cerita yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW menghindari wilayah tersebut.

Namun, pemerintah Arab Saudi fokus pada aspek sejarah dan arkeologi untuk menarik wisatawan internasional.

Langkah ini diharapkan dapat menarik investasi asing dan mempromosikan warisan budaya Arab Saudi kepada dunia.

Padahal, beberapa kota tersebut sempat dihindari Nabi Muhammad SAW, bukan karena kebencian, melainkan sebagai pelajaran bagi umatnya.

 

Hal ini terkait dengan sejarah kehancuran kota-kota tersebut akibat azab Allah SWT atas dosa-dosa penduduknya.

Lantas, wilayah mana saja sebenarnya yang dulu sempat terlarang dan memilki sejarah kelam namun kini dihidupkan kembali di era kepemimpinan Muhammad bin Saleh itu?

 

Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.

Mekkah, sebelum penaklukan, menjadi simbol penentangan terhadap dakwah Islam.

Namun, setelah penaklukan, Nabi menunjukkan sikap pemaaf dan memaafkan sebagian besar penduduknya.

 

Hal ini menunjukkan bahwa sikap Nabi tidaklah statis dan selalu bergantung pada konteks situasi.

Ta’if, dengan penolakan keras terhadap dakwah Nabi, menjadi contoh nyata bagaimana penolakan terhadap kebenaran dapat berujung pada penderitaan.

Sementara itu, Khaybar, meskipun terjadi konflik, tetap berada dalam konteks peperangan dan pertahanan diri.

Mada’in Saleh, atau Hegra, merupakan kota kuno yang terletak di Provinsi Al Ula, Arab Saudi.

Situs ini menyimpan reruntuhan bangunan Nabatea yang luar biasa, termasuk makam-makam yang diukir di tebing-tebing batu pasir.

Meskipun memiliki nilai arkeologis yang sangat tinggi, kota ini memiliki sejarah yang kontroversial.

 

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menghindari wilayah tersebut.

Namun, pemerintah Arab Saudi memilih untuk fokus pada aspek sejarah dan arkeologi Mada’in Saleh dalam upaya pengembangannya sebagai destinasi wisata.

Photo
Photo

Pembangunan infrastruktur pariwisata di sekitar Mada’in Saleh sedang berlangsung.

Hotel-hotel baru dan museum modern dibangun untuk memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan informatif bagi para pengunjung.

Pemerintah Arab Saudi juga berinvestasi dalam pelestarian situs-situs bersejarah ini, memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak mengorbankan nilai sejarah dan arkeologisnya.

 

 

Pembukaan kembali Mada’in Saleh merupakan bagian integral dari Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi negara dan mengurangi ketergantungan pada sektor minyak.

Pariwisata dianggap sebagai sektor kunci dalam rencana ini, dan situs-situs bersejarah seperti Mada’in Saleh diharapkan dapat menarik wisatawan internasional dalam jumlah besar.

Namun, proses pembukaan kembali ini juga memicu diskusi dan perdebatan.

 

 

Ada kekhawatiran mengenai potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal.

Pemerintah Arab Saudi perlu memastikan bahwa pengembangan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, melindungi warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Photo
Photo

Menurut sejarah ke belakang, Madain Saleh, atau Al-Ula, merupakan kota kuno yang pernah dihuni oleh kaum Tsamud.

 

Kota ini dihindari Nabi Muhammad SAW sebagai peringatan akan azab Allah SWT yang menimpa kaum Tsamud karena kesombongan dan keingkaran mereka.

Al-Ula, kota bersejarah di Arab Saudi, kini menjadi destinasi wisata terkemuka.

Terletak di utara Madinah, kota ini memiliki sejarah panjang yang penuh peristiwa penting dalam Islam.

Meskipun dikenal dengan julukan “Kota Terkutuk,” Al-Ula kini menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia.

Usut punya usut, alasan mengapa Al-Ula mendapat julukan “Kota Terkutuk” karena pernah dihuni kaum Ammon yang dihukum Tuhan setelah mendustakan Nabi.

 

 

Selain itu, Kota ini juga menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan Arab, Mesir, dan India.

Pada masa kejayaan Dinasti Nabatean, Al-Ula menjadi tempat tinggal masyarakat Nabatean setelah Petra jatuh ke tangan Romawi.

 

Ditambah, Salah satu daya tarik utama Al-Ula adalah situs Hegra, yang menjadi situs warisan dunia UNESCO sejak 2008.

Terletak di oasis Al-Ula, Hegra dulu merupakan ibu kota selatan Kerajaan Nabatean dan konservasi terbesar di selatan Petra.

Situs ini menyimpan peninggalan bersejarah yang mengungkapkan kejayaan masa lalu.

 

Meskipun memiliki reputasi buruk, pemerintah Arab Saudi kini telah mengembangkan sektor pariwisata di Al-Ula.

Dengan sejarah kaya dan keindahan alamnya, kota ini kini menarik banyak wisatawan yang ingin menjelajahi situs-situs bersejarah.

Selain Hegra, Al-Ula juga memiliki berbagai situs arkeologi dan budaya lainnya, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi bagi pencinta sejarah dan budaya.

Oleh karena itu, keindahan alam Al-Ula menambah daya tarik kota ini.

 

Pegunungan dan oasis yang indah menjadikan Al-Ula sebagai destinasi wisata yang mempesona. Para pelancong yang ingin menikmati alam sekaligus mempelajari sejarah Arab Saudi, dapat menjadikan Al-Ula sebagai tujuan utama.

Dengan statusnya sebagai situs warisan dunia dan sektor pariwisata yang terus berkembang, Al-Ula kini menjadi simbol kebangkitan dan kemajuan pariwisata di Arab Saudi. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#wisatawan internasional #kaum Ammon #pemerintah arab saudi #Kaum Tsamud #kota terkutuk #situs Hegra #Warisan Dunia UNESCO #nabi muhammad saw #warisan budaya Arab Saudi #visi 2030 arab saudi #Dinasti Nabatean #Arab Saudi #Azab Allah #destinasi wisata #Provinsi Al Ula #Madain Saleh