RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemkab Demak terus memperkuat sinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penanganan berbagai kondisi kebencanaan.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan kepada masyarakat dapat diberikan secara cepat dan sesuai kebutuhan.
Hal itu disampaikan Bupati Demak dr Eisti’anah dalam peringatan HUT ke-81 PMI tingkat Kabupaten Demak di Pendopo kemarin.
Baca Juga: Festival Literasi Demak 2026 Tumbuhkan Minat Baca dan Berkarya Masyarakat
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus, relawan PMI Kabupaten Demak serta perwakilan PMI Jawa Tengah.
Eisti’anah mengatakan PMI memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama ketika terjadi bencana seperti kekeringan, kebakaran, angin puting beliung, banjir hingga rob.
Menurutnya, Pemkab Demak terus mendorong kolaborasi antara PMI dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam tim kemanusiaan, seperti BPBD, Dinas Sosial, pemadam kebakaran dan unsur terkait lainnya.
Baca Juga: Buka Forkab Kormi Demak, Bupati dan Forkopimda Tabuh Kentongan dan Naik Sepeda Jadul
“Semangatnya bagaimana kita bisa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai kondisi,” ujarnya.
Setiap laporan dari masyarakat, lanjut Eisti’anah, akan dikoordinasikan untuk menentukan bentuk bantuan yang diperlukan. Bantuan dari masing-masing unsur kemudian saling melengkapi, mulai dari kebutuhan sembako hingga bantuan perbaikan rumah.
“Jadi saling mengisi, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menghadapi potensi bencana pada musim penghujan, Pemkab Demak juga melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Di antaranya penguatan tanggul, perbaikan jalan dan normalisasi sungai secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Pemkab juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta pihak terkait bidang sumber daya air untuk menangani wilayah yang memiliki potensi dampak besar terhadap masyarakat.
Baca Juga: KPU Tetapkan Paslon Eistianah Badrudin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak Terpilih 2025-2030
Eisti’anah menyebut sejumlah titik rawan telah diinventarisasi berdasarkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Data tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan program penanganan dan penganggaran.
“Kita sudah menginventarisasi, sehingga kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya menjadi pembelajaran bagi kami untuk melakukan penanggulangan,” katanya.
Ia berharap sinergi Pemkab Demak, PMI dan berbagai unsur lainnya dapat terus diperkuat sehingga penanganan bencana maupun bantuan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.
Ketua PMI Demak, Akhmad Sugiharto mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya bulan dana PMI.
"Sementara ini sudah terkumpul sekitar Rp 71 juta. Bulan dana ini sifatnya sukarela sehingga tidak ada karcis dan lainnya,"katanya.
Sugiharto menambahkan, peran PMI sangat dibutuhkan, termasuk dalam membantu meringankan beban masyarakat saat musim kemarau.
"PMI memberikan bantuan air bersih untuk warga yang kekeringan akibat musim kemarau,"katanya.
PMI juga memberikan penghargaan bagi para relawan dan pendonor yang telah membantu capaian donor darah. Penghargaan antara lain untuk pendonor yang sudah 25 kali dan 10 kali ikut donor darah. (hib)
Editor : Tasropi