RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Kondisi banjir rob hingga kini masih berlangsung di wilayah Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung Demak.
Dampaknya, akses jalan, jembatan hingga rumah warga dan sekolah mengalami kerusakan.
Kepala Desa Timbulsloko, Nadirin mengatakan, di desa yang dipimpinnya tersebut terdapat 4 dukuh. Yaitu, Dukuh Timbulsloko, Bogorame, Wonorejo dan Karanggeneng.
Baca Juga: Kemarau Panjang, 18 Desa di Kabupaten Semarang Krisis Air Bersih
"Dari empat desa ini yang paling parah kena banjir rob adalah Dukuh Timbulsloko dan Bogorame,"katanya.
Menurutnya, di Dukuh Timbulsloko masih ada 110 kepala keluarga (KK) yang bertahan dengan kondisi rumah tempat tinggal yang kebanjiran tiap hari.
Akses ke Timbulsloko juga terputus lantaran jalan utama masih dalam proses perbaikan dengan konstruksi baru.
"Yang di Timbulsloko semula ada 140 KK yang bertahan. Dalam perkembangannya, 30 KK berpindah rumah ke sejumlah lokasi di Demak. Ada yang di Wonosalanlm, Blerong dan Guntur,"katanya.
Baca Juga: Kejati Jateng Bersama Kejari Demak Bantu Sembako Warga Korban Banjir Rob di Timbulsloko Sayung
Sedangkan, di Dukuh Bogorame 98 KK masih bertahan dengan kondisi banjir rob tinggi.
Mereka tidak mau direlokasi ke tempat lain. Untuk ke Dukuh Bogorame, akses jalan tidak bisa dilalui. Sebab, jembatan miring atau ambles terkena dampak banjir rob. Jalan utama juga rusak parah.
"Untuk alat transportasi ke Bogorame harus pakai perahu. Mobil nggak bisa masuk,"kata Nadirin.
Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Demak membangun 10 rumah panggung di Dukuh Bogorame. Sedangkan, di Dukuh Timbulsloko dibangun 22 rumah apung.(hib)
Editor : Tasropi