Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tradisi Apitan Desa Kunir Usung 12 Gunungan Hasil Bumi, Berharap Keselamatan dan Keberkahan

Wahib Pribadi • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:57 WIB
Kades Kunir, M Romli menyerahkan wayang kulit Semar Among Tani kepada Ki Dalang dalam pagelaran tradisi apitan (Wahibpribadi)
Kades Kunir, M Romli menyerahkan wayang kulit Semar Among Tani kepada Ki Dalang dalam pagelaran tradisi apitan (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Tradisi budaya apitan di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak hingga kini masih dilestarikan.

Dibawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) M Romli, sedekah bumi yang digelar pada Minggu (3/5/2026) berlangsung meriah. 

Dalam apitan ini, ada 12; gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa. Isai didoakan, warga langsung berebut gunungan hasil bumi yang sebelumnya telah diarak keliling desa.

Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar UIN Salatiga Minim Karangan Bunga, Empat Profesor Diarak Pakai Dokar

Dalam tradisi ini, warga antusias mengikuti pawai. Ada yang berjalan kaki, naik motor, naik odong-odong hingga naik mobil.

Mereka kompak dalam menyemarakkan tradisi tahunan di desa yang dikenal sentra penghasil bawang merah ini.

"Sedekah bumi ini merupakan bagian dari upaya kita untuk nguri-uri budaya. Kita berharap, warga Kunir semakin makmur dan sejahtera dengan hasil bumi yang melimpah,"ujar Romli.

Yang menarik, selain diramaikan dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, dalam apitan ini juga diwarnai dengan tradisi gebyur dawet dan usung luku sawah (alat pembajak sawah secara tradisional).

Baca Juga: Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Terus Berkembang

 Gebyur dawet dimulai dari pintu masuk acara hingga depan panggung utama yang digunakan untuk gelar budaya wayangan.

 "Gebyur dawet ini diadakan dengan maksud agar warga Kunir adem ayem, nyaman hidup di desa dengan hasil bumi yang tersedia. Sedangkan, luku sawah diartikan sebagai semangat yang mengikat kebersamaan atau kerukunan dalam hidup di desa,"jelasmya.

Dalam apitan ini, juga digelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar among tani.

Kades Romli pun berharap, Desa Kunir yang dipimpin semakin gemah ripah loh jinawi toto tentrem kartoraharjo.

Camat Dempet, Haryoto menyambut gembira tradisi apitan di Desa Kunir tersebut.

Dengan apitan, berharap keselamatan dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Apitan Warga Ampel Gading Kalisegoro, Menjaga Budaya, Melestarikan Lingkungan

"Apitan di Kunir ini sangat meriah. Berbeda dengan desa lain, disini ada tari brambang (bawang merah) yang merupakan kreasi dari Bapak Kades M Romli. Kita berharap, sedekah bumi ini bisa menjadi semangat bagi warga untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,"katamya. (hib)

Editor : Tasropi
#Hasil Bumi #Gunungan #Tradisi Apitan