Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Konfercab PC GP Ansor Demak Ricuh, Forum PAC dan Ranting Tolak Latifa sebagai Ketua

Agus AP • Rabu, 1 Maret 2023 | 02:03 WIB
Konfercab GP Ansor Demak di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung sempat ricuh. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Konfercab GP Ansor Demak di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung sempat ricuh. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Demak - Konferensi cabang (Konfercab) PC GP Ansor Kabupaten Demak yang berlangsung di YPI Hidayatul Mubtadiin Desa Bulusari, Kecamatan Sayung dinilai cacat prosedur dan melanggar peraturan dasar dan peraturan rumah tangga (PD/PRT) organisasi. Bahkan, konfercab sempat ricuh akibat arogansi panitia.

Kericuhan juga dipicu oleh tidak ditaatinya proses yang benar sebagaimana mestinya. Akibatnya, banyak anggota yang memiliki hak suara dikebiri. Sebab, mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Kandidat ketua, M Nur Huda menolak keras atas proses konfercab yang dinilai tidak fair dan tidak terbuka. "Proses tidak fair. Tahapannya tidak sehat. Kami berupaya menyampaikan apa yang terjadi ini ke pusat untuk menjadi pertimbangan,"katanya.

Juru bicara Forum PAC dan Ranting, Ahmad Watsiq menyampaikan, konfercab sejak awal bernuansa rekayasa dan penuh kecurangan hingga mengakibatkan kericuhan. Ini karena peserta yang memiliki hak suara tidak diizinkan masuk bahkan sejumlah PAC juga dilarang menyaksikan kegiatan itu.

"Karenanya, kami menolak disahkan atau ditetapkannya Lathifa Fahri sebagai ketua PC GP Ansor Kabupaten Demak dalam forum Konfercab GP Ansor Demak di YPI Hidayatul Mubtadiin Bulusari tersebut,”katanya dalam konferensi pers di Kantor PCNU Demak, Jalan Sultan Fatah kemarin.

Watsiq menambahkan, proses Konfercab GP Ansor Demak tersebut tidak sah karena cacat prosedur, hingga ada proses rekonsiliasi bersama antara para pihak terkait untuk penyelesaian persoalan.
Menurutnya, penolakan keabsahan Konfercab PC GP Ansor Demak itu dikarenakan prosedur tidak fair.

“Hak pimpinan ranting dikebiri dengan penahanan untuk pemberian surat undangan maupun rekomendasi berkaitan prasyarat keikutsertaan Konfercab GP Ansor Demak,"katanya.



Watsiq juga menyampaikan, terdapat SK Pengurus Ranting GP Ansor yang pasif atau non-aktif masa berlakunya namun tidak diingatkan untuk proses reorganisasi, namun surat rekom justru masuk. Selain itu juga terdapat 11 pengurus ranting GP Ansor banyak desa di Kecamatan Guntur hanya karena persoalan teknis, SK tersebut justru tidak ditertibkan sehingga tidak bisa mengikuti konferensi.

Kemudian juga terdapat 16 pengurus ranting GP Ansor desa-desa di Kecamatan Dempet beserta 1 PAC yang mendukung Lathifa Fahri, namun saat dilakukan kroscek atau konfirmasi ke Desa Merak, Harjowinangun, Sidomulyo, dan Desa Brakas tidak merasa tanda tangan dan mendukung. Artinya, ada dugaan pemalsuan dukungan.

“Maka, kami sebagai kader Ansor sangat kecewa dengan hasil konfercab karena prosesnya yang tidak sehat, tidak fair dan tidak terbuka. Jelas ini mencederai proses kaderisasi. Penolakan ini harga mati. Kami sudah buat surat penolakan kepada pimpinan wilayah dan pusat,”katanya.

Dia mengungkapkan, atas kejadian konfercab yang tidak sesuai prosedur itu, maka proses rekonsiliasi akan terus diupayakan dan menunggu arahan dari sesepuh NU Kabupaten Demak. Diantaranya, KH Munif Zuhri, KH Baidlowi Misbah, KH Aminudin, KH Zainal Arifin Ma'shum, KH Muhamad Asyiq dan para kiai dan ulama lainnya. (hib/bas) Editor : Agus AP
#GP Ansor Demak #ansor demak #nu demak