Tanaman liar jenis ini banyak tumbuh di sungai di wilayah Demak, termasuk di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah.
Sebagai upaya normalisasi aliran sungai, warga bersama aparat gabungan dari Koramil Karangtengah membersihkan sungai sepanjang satu kilometer.
Sungai ini merupakan saluran pembuang yang melintasi Desa Wonowoso, Desa Rejosari, dan Desa Karangtowo. Kegiatan pembersihan dipimpin Danramil Kapten Arm Imam Sunandar.
Kapten Imam mengatakan, aliran sungai ini dapat mengairi areal persawahan di sekitarnya.
Namun, fungsi pengairan itu terganggu akibat banyaknya tanaman liar dan enceng gondok yang tumbuh subur di sisi sungai. Menurutnya, kondisi ini menghambat laju aliran sungai.
"Saat intensitas hujan tinggi, sungai tidak mampu menampung sehingga air sungai meluap ke persawahan dan menggenangi pemukiman warga," ujarnya.
Karena itu, kata Danramil, fungsi sungai pembuang dikembalikan dengan cara mengajak warga bergotong-royong membersihkan segala semak liar yang menghalangi aliran sungai irigasi tersebut.
"Dengan alat sabit, parang dan cangkul, warga bersemangat turun ke sungai membersihkan enceng gondok dan sampah di sungai," katanya.
Menurutnya, kegiatan itu juga bagian dari karya bakti pembersihan sungai yang bertujuan membantu para petani dan warga agar saluran air tidak terhambat oleh tumbuhan liar. (hib/zal) Editor : Agus AP