Polres Demak akan mengintegrasikan transportasi wisata religi, khususnya yang ada di Terminal Kadilangu.
Sasaran utamanya adalah tukang ojek dan becak yang tiap hari mangkal di kawasan wisata religi Sunan Kalijaga Kadilangu.
Hal ini mengemuka dalam acara ngobras (ngobrol bersama santai) yang digelar Satlantas Polres Demak di Reinz Café kemarin.
Dalam obrolan yang dipandu Kasatlantas AKP Fandy Setiawan itu, salah seorang perwakilan warga menyampaikan terkait ketidaktertiban peziarah dalam memilih alat transportasi.
Baca juga: Wakil Menteri Desa: Percepat Vaksin Harus Jemput Bola
Kondisi demikian mengesankan adanya rebutan penumpang antara tukang ojek dengan tukang becak.
Misalnya, saat ojek menerima order penumpang, tapi peziarah lebih memilih becak lantaran bisa memuat tiga orang sekaligus. Sedangkan, jika naik ojek hanya terbatas dua orang agar tidak melanggar aturan lalu lintas.
Akhirnya, bisa menimbulkan iri antara tukang ojek dan becak. Biasanya, peziarah dari Kadilangu juga ziarah ke Makam Sultan Fatah di Kompleks Masjid Agung Demak. Karena itu, untuk bisa menuju tempat tersebut, pilihannya naik ojek atau becak.
Kasatlantas AKP Fandy Setiawan memahami kondisi ketidaktertiban transportasi antara ojek dan becak tersebut. Karenanya harus dicarikan penyelesaian masalahnya.
“Kita tahu masalahnya memang seperti itu. Masalah perut memang susah ya. Artinya, kepentingan itu di atas segala-galanya,”katanya.
Menurutnya, meski sudah diatur sedemikian rupa termasuk antreannya, namun masyarakat pengguna jasa transportasi (peziarah) cenderung tidak mau diatur, sehingga tidak ketemu solusinya.
“Karena itu, solusinya adalah nanti akan dibuatkan tiket khusus yang terintegrasi dengan kawasan pariwisata. Ini penting dilakukan agar penggunaan transportasi ojek maupun becak lebih tertib,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Agus Kriyanto menyambut baik rencana penataan dan penertiban penggunaan transportasi ojek dan becak tersebut.
“Kita berharap, peziarah bisa lebih tertib dan nyaman dalam menggunakan jasa ojek maupun becak,” ujarnya.
Ngobras tersebut merupakan rangkaian kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 dengan tema pengaruh kearifan lokal terhadap budaya tertib berlalu lintas.
Menghadirkan berbagai pihak yang mewakili elemen masyarakat. Di antaranya, Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Demak Agus Kriyanto, Rektor Unisfat Demak Suemy, dan lainnya. (hib/zal)
Editor : Agus AP