Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Makam Beridentitas Tidak Dipindah, Salah Satunya Makam Kiai Singkil

Agus AP • Rabu, 26 April 2023 | 14:21 WIB
DI PINGGIR JALAN : Makam Kiai Singkil (Raden Bagus Kuningan) di jalan raya depan Pendopo Kabupaten Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
DI PINGGIR JALAN : Makam Kiai Singkil (Raden Bagus Kuningan) di jalan raya depan Pendopo Kabupaten Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID-Keberadaan makam-makam Auliya’ di kawasan Masjid Agung Demak menjadi penanda perjuangan para tokoh kasultanan dan keagamaan ketika Keraton Demak Bintoro berdiri saat itu.

Karenanya, tidak heran bila banyak peziarah yang bedatangan ke lokasi tersebut untuk membaca tahlil, membaca Alquran dan berdoa d itempat tersebut.

Mereka ngalap berkah di tempat para pejuang Islam dikebumikan tersebut.

Makam utama adalah makam Sultan Fattah dan keluarganya. Sedangkan, makam lainnya adalah makam para Auliya yang turut berjuang bersama Raden Fatah.

Meski demikian, banyak makam yang belum dikenal masyarakat, utamanya yang berada di kawasan belakang Masjid Agung karya Walisongo tersebut.

Suwagio yang pernah menjabat ketua bidang ketertiban, keamanan dan kekaryawanan (Ibrah) Takmir Masjid Agung Demak menuturkan, ada sekitar 60 makam di sekitar Masjid Agung Demak.

Ada yang masih memiliki penanda nisan dan ada pula yang sudah tidak ada nisannya. Sebelumnya, makam-makam yang berada di depan Masjid Agung dipindahkan ke belakang masjid.

Namun, makam bernisan dan tertera namanya dibiarkan tidak dipindahkan.

“Nama-nama makam tokoh penting Kasultanan Demak dan Auliya itu diketahui juga oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3),” kata Suwagio.

Untuk mengelola makam ini dilakukan takmir masjid dan dibantu Pemkab Demak. Setidaknya, ada 10 orang petugas yang melakukan pengawasan dan menjaga makam para Sultan dan Auliya tersebut.

Mereka dibagi tiga shift. Pagi, siang dan malam. Mereka melakukan pengawasan secara terpadu, termasuk mengamankan museum dan kawasan Masjid Agung.

Untuk di kompleks makam, petugas juga melakukan pendaftaran para peziarah. Bahkan, disediakan pula petugas yang khusus menerangkan sejarah kilas seputar makam, museum dan masjid.

Mereka juga siap sedia bila diminta untuk memandu membaca tahlil di makam tersebut.

Kiai Sodikin, peneliti sekaligus penelisik makam wali tanah Jawa dari Demak mengungkapkan, bahwa para tokoh penting Keraton Demak dan Auliya yang dimakamkan di sekitar masjid Agung tersebut memiliki tugas dan keahlian masing-masing.

Dengan tugas yang diembannya itu, mereka bertanggungjawab sepenuhnya dalam mengawal pemerintahan zaman Sultan Fattah dan generasi berikutnya.

Karena itu, diyakini posisi keraton Demak waktu itu juga berada di sekitar Masjid Agung Demak. (hib/ton) Editor : Agus AP
#Makam Kiai Singkil #makam Sultan Fattah #kawasan Masjid Agung Demak #makam-makam Auliya #Keraton Demak Bintoro