Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Kampung-Kampung yang Jadi Sentra Bengkel Mobil di Semarang

Agus AP • Minggu, 19 Februari 2023 | 18:11 WIB
Redaktur Jawa Pos Radar Kudus Noor Syafaatul Udhma berbagi pengalaman saat meliput tulisan berseri
Redaktur Jawa Pos Radar Kudus Noor Syafaatul Udhma berbagi pengalaman saat meliput tulisan berseri
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kota Semarang punya banyak kampung unik. Salah satunya kampung yang menjadi sentra bengkel las, kenteng, dan cat mobil. Sudah menjadi mata pencaharian warga di kampung tersebut.

Adalah kampung ini terletak di Jalan Brotojoyo, Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Kampung ini sudah ada sejak 1990-an. Perintisnya, Yeri, yang membuka bengkel mobil pertama di Brotojoyo. Kini ada 20 warga yang membuka bengkel mobil, khususnya body repair dalam satu kampung.

"Awalnya ada Pak Yeri. Itu terus berkembang sampai sekarang. Persisnya kapan, saya itu kurang tahu," ucap Harto, salah satu pemilik bengkel mobil di kampung tersebut.

Ia telah membuka usaha bengkel las, kenteng & cat "Harto" miliknya sejak 1995. Sebelum membuka usaha bengkel, ia ikut bekerja di bengkel orang lain selama 4 tahun. Berbekal pengalaman dari sana, ia memberanikan diri untuk merintis usaha bengkel mobil ini.

Saat memasuki kampung, spanduk dan papan nama bengkel terpasang di depan beberapa rumah warga. Para warga terlihat sedang mengecat mobil di pinggir jalan depan tempat usaha masing-masing. Selain itu, ada pula yang tengah memperbaiki bodi mobil.

Menurutnya warga tak keberatan dengan banyaknya mobil yang terparkir di tepi jalan. Selain itu, antarwarga juga tidak ada kecemburuan walaupun banyak pemilik usaha di bidang yang sama.

"Semuanya kan tergantung pada pelanggan. Pelanggan bebas memilih, mau di tempat mana. Kalau awalnya di kita, terus ke tempat yang lain, ya sudah tidak apa-apa," katanya.

Harto mengaku, konsumen yang datang ke bengkelnya tidak hanya dari Kota Semarang, tetapi juga luar daerah. Seperti Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Jepara, dan lain-lain.

Bengkel ini buka setiap hari, kecuali hari minggu mulai pukul 08.00-17.00. Tak hanya dari warga biasa, bahkan beberapa tokoh dan pejabat pernah memperbaiki mobil mereka di bengkel ini.

"Bermacam-macam, mulai dari camat, bupati, sampai dari instansi Polda Jateng. Pejabat banyak yang servis di sini, tapi biasanya yang bawa ke sini sopir mereka," ujarnya.

Ia juga pernah memperbaiki mobil-mobil mewah, seperti Range Rover, Minicooper, Harrier, dan yang lainnya. Soal tarif, tergantung pada bagian apa yang akan diperbaiki. Mulai dari Rp 100 ribu untuk servis ringan hingga jutaan rupiah.

Saat pandemi Covid-19 melanda, bengkel milik Harto masih bisa bertahan. Sekarang, bengkel ini memiliki sembilan karyawan yang berasal dari warga kampung setempat maupun luar kampung.

Ia berharap bengkel yang dikelolanya bisa tetap bertahan dan berjalan dengan baik, bisa bermanfaat bagi orang lain, dan bisa membantu menopang ekonomi warga.

"Kita lihat satu orang yang kerja di sini, itu mereka punya keluarga. Setidaknya bisa membantu menghidupi keluarga mereka," ucapnya.



Proses pengerjaan dan hasil pelebaran velg kaleng. (Istimewa)
Proses pengerjaan dan hasil pelebaran velg kaleng. (Istimewa)
Gatot saat membenahi pintu mobil milik customer di bengkel miliknya, Bengkel Sahabat Jalan Puspogiwang. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Gisikdrono Miliki 16 Bengkel Pintu, Semua Laris

Jalan Puspogiwang menjadi sentra bengkel di Semarang Barat. Bahkan semua bengkel spesialis reparasi pintu mobil. Setiap gang, ada bengkel di depan masing-masing rumah warga. Itulah potret warga RW 03, Kelurahan Gisikdrono.

Menyusuri jalan di RW 03 Kelurahan Gisikdrono, kanan dan kirinya dibuka usaha bengkel. Tampak dari tulisan spanduk dan papan nama. Dari ujung hingga ujung lagi, setiap bengkel tak ada yang sepi. Masing-masing punya pelanggan.

"Memang di sini sudah punya pelanggan masing-masing. Jadi rata, semua ramai. Tidak ada yang iri. Rezeki sudah diatur," kata Gatot pemilik bengkel pintu Sahabat kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menuturkan, perintis utamanya adalah almarhum Kasno. Pendiri pertama kali itu mendirikan bengkel pintu pada tahun 1982. Semula, Kasno memberdayakan pemuda sekitar untuk menjadi montir, termasuk dirinya. Ia lantas membuka bengkel sendiri pada tahun 1998.

Memang, Kasno hanya mengajari tetangganya yang pengangguran. Dari didikannya, pemuda di lingkungan tempat tinggalnya itu diminta membuka bengkel sendiri-sendiri. "Jadilah mereka membuka usaha bengkel pintu di masing-masing rumah. Totalnya sekarang ada 16 unit usaha bengkel," tuturnya.

Menurut Gatot, saat ini tantangan yang dialami ketika menemui mobil kekinian yang berbasis komputer atau elektronik. Ia mesti mempelajari komponen dan setelan dari pintu tersebut. Berbasis komputer itu tak mudah, lebih rawan. Berbeda dengan mobil manual. Pasti bisa dikerjakan.

Ia mencontohkan mobil Mercedes Benz yang memakai injeksi. Harus hati-hati dalam penanganannya. "Kalau tidak sanggup ya diarahkan ke bengkel resmi. Terkadang sudah di-setting ternyata tidak pas," tuturnya didampingi mekanik.

Di bengkel miliknya melayani dinamo, pasang stel pintu atau power window, variasi lampu, spion, dan audio.

Kampung tematik ini mendapatkan perhatian pemerintah. Dari Dinas Perindustrian, biasanya memberikan bantuan berupa alat bengkel atau onderdil. "Kami biasanya mengajukan, karena memang butuh, ya kadang alat sudah aus, rusak gitu. Tapi ya tetap beli sendiri juga. Hanya saja memang butuh tambahan," tambahnya.

Diakuinya, saking terkenalnya sentra bengkel pintu di sini, pelanggannya tak sekedar dari Semarang. Melainkan dari Salatiga, Demak, bahkan dari Surabaya. Mereka biasanya mengetahui dari Google Maps.



Usaha bengkel las, kenteng & cat
Usaha bengkel las, kenteng & cat
Kampung Velg dan Ban Tlogomulyo ini melibatkan warga yang tak memiliki modal untuk bekerja bersama dan besar bersama. (FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kampung Velg dan Ban Tlogomulyo Besar Bersama Warga

Kampung velg dan ban ada di RW 2 Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Tepatnya di Jalan Raya Paus Perumahan Banpres. Sebanyaj 25 rumah warga sekaligus menjadi lapak ban dan velg.

Kampung Velg dan Ban ini diresmikan sejak tahun 2016-2017. Namun, kata Ketua RW 2 Tlogomulyo, Joko Prihatno, usaha tersebut sudah dirintis sejak tahun 1990-an. Namun pada tahun 2010, mulai menjadi distributor velg dan ban yang disetorkan ke Barito, Kedungmundu, dan konsumen lainnya di sekitar Kota Semarang.

Setelah usaha ini berjalan cukup lama, lapak ini menjual sekitar 20 hingga 25  set velg ban mobil dengan melibatkan warga Tlogomulyo yang tidak memiliki modal untuk berjualan bisa ikut bekerja. "Jadi kalau ada pedagang yang laku dan mendongkrak dengan istilah uang paguyuban," ujar Joko.

Untuk kenyamanan atau kebersamaan, ada beberapa aturan yang diterapkan. Seperti adanya sebuah paguyuban pendongkrak atau pekerja. Misal punya dagangan, pedagang tersebut mengeluarkan uang Rp 100 ribu untuk satu mobilnya bisa dikerjakan dua orang. "Ada juga isi kas Karang Taruna dan pembangunan musala sebanyak Rp 10 ribu untuk yang punya lapak, Rp 5 ribu untuk yang membantu ketika laku," imbuhnya.

Dalam mengembangkan bisnisnya ini, Joko mempromosikan Kampung Velg dan Ban menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan juga OLX. "Sehingga velg dan ban ini sampai ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan daerah lainnya," ungkapnya.

Banyak jenis mobil yang sudah ganti ban di sini seperti Pajero, Fortuner, bahkan sekelas mobil yang mewah seperti Alphard dan Vellfire. Para pejabat dan kapolres pun pernah ganti ban di kampung ini.

"Karena di sini tidak hanya menjual ke konsumen, tetapi juga melayani bakul atau agen. Jadi harganya relatif lebih murah karena tidak membayar sewa tempat. Barang didatangkan langsung dari Jakarta," jelasnya.

Joko menambahkan, adapun selisih dari penjualan velg di tempat ini dibandingkan dengan toko di pinggir jalan, bisa mencapai Rp 500 ribu.

Kampung tematik velg dan ban ini menjadi pilihan atau alternatif yang tepat untuk upgrade mobil kesayangan dengan kualitas terbaik dan harga yang bersahabat. "Masyarakat tidak terganggu karena kami saling merangkul," tuturnya. (ifa/ fgr/mg2/mg5/mg6/mg7/ida) Editor : Agus AP
#top #bengkel mobil semarang #bengkel pintu #bengkel mobil #velg mobil