RADARSEMARANG.ID – Berikut contoh kultum Ramadan tentang pentingnya bersyukur.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.
Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh.
Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajm’in. amma ba’du.
Baca Juga: 30 Tema Kultum dan Ceramah Ramadan yang Menarik dan Cocok Disampaikan Kepada Jamaah Tarawih
Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan kultum tentang pentingnya bersyukur.
Sudahkah kita bersyukur hari ini? Mari kita melafalkan hamdalah bersama.
Sungguh betapa luar biasa nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita, sekalipun tanpa kita memintanya.
Nikmat Allah apa saja? Tentu sangat banyak.
Mulai dari nikmat sehat, nikmat akal, nikmat Islam, dan nikmat-nikmat lainnya.
Oleh karena itu, tidak ada yang lebih pantas dilakukan selain bersyukur atas segala yang dilimpahkan Allah SWT.
Nikmat Allah sungguhlah banyak, bahkan ahli matematika pun tak akan mampu menghitungnya.
Banyaknya nikmat Allah digambarkan dalam QS an-Nahl ayat 18 sebagaimana berikut:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Jadi, masih enggankah kita untuk bersyukur?
Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.
Mestinya cukup mudah bagi kita untuk bersyukur, wujud sederhananya adalah dengan memuji Allah SWT dengan tulus dan ikhlas.
Bersyukur bisa dilakukan kapan pun dan dalam situasi apa pun.
Kita bisa meniru baginda Rasulullah, orang yang pandai bersyukur.
Pernah suatu masa, beliau ditanya Bilal, “Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik dosa yang dahulu maupun yang akan datang?”
Kemudian Rasulullah menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”
Maka dari itu, kita, manusia yang banyak dosa ini mesti mengusahakan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur.
Baca Juga: Kultum Ramadan: Mau Rezeki Berlimpah? Mari Perbanyak Sedekah
Khalifah Umar bin Khatab pernah berkata demikian, “Kalaulah sabar dan syukur itu ibarat dua ekor unta, maka aku tidak peduli unta mana yang aku kendarai.”
Dari sini kita bisa tahu bahwa sabar dan syukur ini memiliki hubungan yang sangat erat.
Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.
Demikian kultum tentang pentingnya bersukur. Semoga kita senantiasa mengingat Allah dan bersyukur kepada-Nya.
Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kesalahan.
Billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Editor : Baskoro Septiadi