RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sejak diperkenankan pada HUT Kota Semarang, Mei lalu platform layanan publik di aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG's) yang diluncurkan Pemkot Semarang, sampai akhir September ini tercatat sudah diunduh oleh 5 ribu pengguna.
Adapun aplikasi ini memiliki berbagai layanan yang bisa digunakan masyarakat, seperti layanan data kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan, maupun pembayaran pajak, transportasi publik sampai pengaduan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono mengatakan, bahwa pengembangan platform aplikasi SDG's, adalah salah satu upaya Pemkot Semarang untuk mencapai sebagai kota cerdas atau smart city.
Didik menerangkan platform tersebut merupakan layanan publik terintegrasi dan terverifikasi secara digital. Dengan mengintegrasikan seluruh layanan lebih dari 22 (OPD) organisasi perangkat daerah ke dalam satu jendela aplikasi seluler yang seragam.
Baca Juga: Perubahan Anggaran, Penyertaan Modal BUMD dan Masyarakat Dipangkas
"Sudah ada sekitar 5 ribu pengguna yang sudah mengunduh aplikasi Iki melalui play store," kata Seminar bertema Pendayagunaan Single Citizen -app untuk Peningkatan Efektivitas Pemerintahan Digital di Patra Semarang hotel & conventional, Selasa (29/9).
Dia menerangkan, aplikasi tersebut Pemkot Semarang menggandeng mitra dari Korea, platform ini menggunakan proses Know-Your-Customer (KYC) seluler yang aman dan autentikasi berbasis perangkat untuk menerapkan metode verifikasi identitas digital yang terlindungi.
"Dalam aplikasi ini, semua layanan bisa di akses. Misalnya layanan kesehatan, pendidikan transportasi umum, dalam satu aplikasi tidak terpisah dalam satu web masing-masing OPD," jelasnya.
Dia menerangkan, dengan menggunakan SDG's memiliki keunggulan yakni lebih cepat, sederhana, dan memudahkan masyarakat.
Sehingga pihaknya mendorong agar masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini. Pihaknya terus melakukan sosialisasi aplikasi SDG's, kepada pelajar dan masyarakat luas.
"Targetnya terus bertambah, karena adanya berbagai kemudahan layanan dalam satu pintu," bebernya.
Pengamat Teknologi dari STEI ITB, Prof. Suhadi menjelaskan, di era serba Artificial Intelligence (AI) bisa membantu layanan lebih baik dan cerdas, menuju pemerintahan yang dipercaya.
Serta membantu dalam proses analitik, dan pengambilan keputusan dan layanan lebih cerdas.
"Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspon, maka semakin cepat aplikasi diterima masyarakat,"katanya.
Dia menerangkan tantangan utama dari aplikasi ini adalah masalah respon ketika ada laporan, yang harus lebih cepat dan lebih baik. Pemkot kata dia, bisa menggunakan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat melalui analitik
"Bisa menggunakan AI ya, yang saat hari ini bisa kita dapatkan dengan gampang sehingga layanannya bisa menjadi lebih cerdas dan lebih bisa dipercaya," tutur dia.
Guru besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang Prof Ridwan Sanjaya, menambahkan jika dengan aplikasi SDG,'s, adalah wujud pemerintah hadir untuk masyarakat dan memberi kemudahan pelayanan.
"Saya lihat sudah terkoneksi dengan baik, tapi yang harus diperhatikan adalah adanya akses data pribadi," katanya.
Dia menerangkan aplikasi yang menggunakan atau mengakses data pribadi harus dipastikan aman, dan dibatasi penggunaannya.
Menurut dia, Pemkot Semarang, sudah mengantongi dari sisi keamanan ini karena memiliki ISO 27001.
"Iki artinya ada standar keamanan yang sudah diterapkan Pemkot, ini jadi jaminan jika penggunaan aplikasi ini aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi