RADARSEMARANG.ID, Malang— Program Studi Magister Pendidikan Dasar (MPD) Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) terus memperkuat kualitas akademik, tata kelola program studi, serta jejaring kelembagaan melalui kegiatan benchmarking dan sharing academic bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), khususnya Program Studi Pendidikan Dasar jenjang S2.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 September 2026 dan diikuti oleh pimpinan program studi serta dosen dari kedua perguruan tinggi.
Benchmarking ini menjadi salah satu agenda strategis Program Pascasarjana UMK, khususnya Program Studi Magister Pendidikan Dasar, dalam rangka menjaga keberlanjutan mutu akademik sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.
Pertemuan tidak hanya diarahkan pada pertukaran informasi kelembagaan, tetapi juga membahas berbagai praktik baik dalam pengembangan kurikulum, layanan akademik, penerimaan mahasiswa baru, penelitian, publikasi, serta program internasionalisasi.
Rombongan Universitas Muria Kudus disambut dalam suasana akademik yang hangat oleh Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I., bersama jajaran pengelola program studi dan para dosen.
Dari Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus, kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar UMK Dr. Nur Fajrie, M.Pd., serta para dosen.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan kolegial.
Kedua institusi saling berbagi pengalaman mengenai dinamika pengelolaan pendidikan pascasarjana, termasuk tantangan yang dihadapi dalam menjawab perubahan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, serta transformasi kelembagaan perguruan tinggi.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus Dr. Nur Fajrie, M.Pd. menjelaskan, kegiatan benchmarking merupakan bagian penting dari proses peningkatan mutu program studi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Silaturahmi akademik ini menjadi pondasi penting bagi program studi pascasarjana untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional kepada mahasiswa. Dalam era transformasi perguruan tinggi, program studi tidak cukup hanya mempertahankan kualitas yang sudah dicapai, tetapi juga harus terus belajar, melakukan evaluasi, membangun kolaborasi, dan mengembangkan inovasi akademik,” jelasnya.
Menurut Nur Fajrie, status akreditasi Unggul yang telah diraih Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Namun, capaian tersebut tidak diposisikan sebagai titik akhir.
Sebaliknya, predikat Unggul harus menjadi dorongan untuk melakukan penguatan kurikulum, peningkatan mutu layanan akademik, pengembangan kapasitas dosen, serta perluasan jejaring nasional dan internasional.
Salah satu fokus utama benchmarking adalah pengembangan kurikulum yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kurikulum pascasarjana saat ini dituntut tidak hanya mampu memberikan penguasaan teoritis, tetapi juga membangun kemampuan analitis, kepemimpinan akademik, inovasi pembelajaran, penelitian, serta kemampuan merespons persoalan nyata dalam pendidikan dasar.
Melalui forum sharing dan Focus Group Discussion (FGD), kedua pihak membahas penyelarasan capaian pembelajaran, pengembangan mata kuliah, pendekatan pembelajaran berbasis riset, hingga strategi memperkuat keterhubungan antara perkuliahan, penelitian, dan kebutuhan praktik di lapangan.
Selain pengembangan kurikulum, aspek Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) juga menjadi bagian penting dalam diskusi.
Kedua program studi berbagi pengalaman mengenai strategi promosi akademik, penguatan citra program studi, pelayanan calon mahasiswa, serta upaya menarik mahasiswa yang memiliki orientasi akademik dan profesional yang kuat.
Pembahasan PMB tidak semata diarahkan pada peningkatan kuantitas mahasiswa, tetapi juga menyentuh strategi membangun ekosistem akademik yang mampu memberikan pengalaman belajar berkualitas sejak proses penerimaan hingga kelulusan.
Dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., menjelaskan, aktivitas benchmarking perlu terus dikembangkan menjadi berbagai program nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar forum kunjungan kelembagaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun berbagai bentuk kolaborasi akademik yang saling menguntungkan.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta memiliki karakteristik, pengalaman, serta praktik kelembagaan yang berbeda, namun justru perbedaan tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.
Dalam konteks perguruan tinggi negeri berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), perguruan tinggi dituntut untuk semakin mandiri dalam mengelola sumber daya, mengembangkan sumber pendanaan, dan membangun usaha kelembagaan yang berkelanjutan.
Pada sisi lain, perguruan tinggi swasta telah memiliki pengalaman panjang dalam membangun kemandirian tersebut karena sejak awal harus mampu mengelola keberlanjutan institusi melalui inovasi, pelayanan, jejaring, dan pengembangan sumber daya.
Hal tersebut menjadikan benchmarking antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Muria Kudus sebagai proses mutual learning atau pembelajaran dua arah.
Universitas Muria Kudus dapat memperoleh referensi dari pengalaman pengelolaan akademik, riset, dan internasionalisasi di Universitas Negeri Malang.
Sebaliknya, Universitas Negeri Malang juga dapat memperoleh perspektif mengenai strategi perguruan tinggi swasta dalam membangun kemandirian, fleksibilitas pengelolaan, serta pengembangan sumber pendapatan institusi.
Kegiatan ini juga membahas secara khusus penguatan program internasionalisasi. Kedua institusi melihat bahwa internasionalisasi menjadi salah satu agenda penting bagi program pascasarjana dalam meningkatkan mutu, reputasi, serta pengalaman akademik dosen dan mahasiswa.
Program internasionalisasi direncanakan dapat dikembangkan melalui skema inbound dan outbound academic activities, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, kuliah tamu internasional, seminar, konferensi, mobilitas dosen, penelitian kolaboratif, maupun kegiatan akademik lintas negara.
Dari hasil diskusi, terbuka pula peluang untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama, antara lain seminar nasional dan internasional, klinik akademik, guest lecture, joint research, joint publication, serta pengembangan program akademik lain yang relevan dengan keilmuan pendidikan dasar.
Klinik akademik, misalnya, dapat diarahkan untuk mendukung mahasiswa dalam pengembangan proposal penelitian, penulisan artikel ilmiah, penguatan metodologi, hingga publikasi.
Sementara joint research dan joint publication dapat menjadi sarana bagi para dosen untuk menghasilkan penelitian kolaboratif yang memiliki kontribusi lebih luas terhadap perkembangan ilmu pendidikan dasar.
Benchmarking tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang terbuka terhadap pembelajaran dari institusi lain.
Peningkatan mutu perguruan tinggi tidak hanya dapat dicapai melalui kompetisi, tetapi juga melalui kolaborasi, pertukaran praktik baik, dan penguatan jejaring antarlembaga.
Bagi Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus, kegiatan benchmarking di Universitas Negeri Malang memiliki nilai strategis karena memberikan ruang untuk melakukan refleksi atas berbagai program yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan baru.
Hasil benchmarking diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas perkuliahan, layanan mahasiswa, penelitian, publikasi ilmiah, serta reputasi program studi.
Melalui langkah tersebut, MPD Pascasarjana UMK terus menguatkan posisinya sebagai program studi berakreditasi Unggul yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian administratif, tetapi juga pada pengembangan budaya mutu yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang diharapkan menjadi awal dari berbagai agenda akademik yang lebih luas, terstruktur, dan berkesinambungan. Dengan mengedepankan semangat berbagi pengetahuan, kolaborasi, inovasi, serta saling belajar antara perguruan tinggi negeri dan swasta, kedua institusi diharapkan dapat bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan pascasarjana dan pengembangan pendidikan dasar di Indonesia. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto