15 Kepala Truk Bekas Terbakar di Lahan Kosong Ngaliyan Semarang, Asap Hitam Membubung Tinggi

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:38 WIB

 

Kondisi Kebakaran di lahan kosong menghanguskan 15 bodi kepala truk bekas di Ngaliyan Semarang Selasa (25/8/2026)
Kondisi Kebakaran di lahan kosong menghanguskan 15 bodi kepala truk bekas di Ngaliyan Semarang Selasa (25/8/2026)

 

RAFADSEMARANG.ID, Semarang – Kebakaran melanda lahan kosong di belakang kawasan PT Sinar Surya, Kecamatan Ngaliyan, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.00. Api membakar tumpukan ban bekas serta sekitaran 15 kepala truk bekas yang sudah tidak digunakan.

Terlihat, asap hitam pekat tersebut membumbung tinggi menyelimuti lokasi area lahan kosong tersebut. Petugas pemadam kebakaran juga masih berjibaku melakukan proses pemadaman.  

Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kebakaran tersebut terjadi di lahan kosong, bukan di area pabrik.

"Yang terbakar bukan pabrik. Itu bakar-bakar ban bekas di lahan kosong. Di belakangnya PT Sinar Surya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, terdapat sekitar 15 kepala truk bekas yang ikut terbakar. Proses pemadaman masih dilakukan karena material yang terbakar berupa ban dan komponen kendaraan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga: Pendaftaran Petugas Haji Kesehatan 2027 Ditutup 26 Agustus

"Untuk kepala truk yang terbakar ada sekitar 15 lebih, sama ban-ban bekas," bebernya.

Setelah mendapat laporan tersebut langsung, Damkar Kota Semarang langsung menuju lokasi melakukan upaya pemadaman api. Proses pemadaman, petugas menggunakan cairan khusus, termasuk foam (busa pemadam). 

"Proses pemadaman harus menggunakan liquid supaya cepat. Kalau busa lebih cepat karena menutup oksigennya daripada air," jelasnya.

Belum diketahui secara persis kronologi kejadian ini. Menurutnya, pihaknya menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat terkait yang melihat kebakaran tersebut.

"Kebetulan saya diinformasikan teman, kemudian saya suruh mendekat ke lokasi untuk memastikan yang terbakar apa, apakah pabrik atau bukan," ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui titik kebakaran berada di lahan kosong di belakang kawasan perusahaan. Di sekitar lokasi juga terdapat area parkir truk.

"Kalau menurut saya memang dibakar. Di sampingnya juga ada parkiran truk-truk," ujarnya.

Tantri menyebut kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong tersebut. Namun, hingga proses pemadaman berlangsung, pihaknya belum menemukan orang yang diduga melakukan pembakaran.

"Sampai sekarang saya belum bisa menemukan orang yang bakar-bakar. Saya juga sudah pesan ke teman-teman yang di lapangan kalau bisa dicari orangnya yang membakar sampah," tegasnya.

Tantri mengatakan, mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Dua unit berasal dari Mako Induk Madukoro dan satu unit dari Pos Ngaliyan. Sampai sekarang masih dilakukan proses pemadaman sampai tuntas. 

"Anggota masih melakukan penanganan sehingga belum dapat memberikan update menyeluruh mengenai kondisi terakhir kebakaran maupun penyebab pastinya," katanya. 

Terkait kebakaran ini, Tantri menegaskan, manakala ditemukan pihak yang sengaja membakar sampah hingga menyebabkan kebakaran akan berkoordinasi dengan Satpol PP terkait kemungkinan penerapan sanksi.

Pihaknya menyebut ketentuan mengenai pengelolaan sampah, termasuk larangan dan sanksi terkait pembakaran sampah, diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2012.

"Kalau memang bisa tertangkap, saya koordinasikan dengan Satpol PP. Sampai sekarang belum bisa menemukan orang yang bakar-bakar sampah itu," ujarnya.

Tantri mengingatkan, masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di kawasan industri, permukiman padat, maupun lahan kosong.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Penyebab Rahasia Akun Info GTK Agustus Berubah Biru Tapi Juli Mendadak Abu-Abu

Menurutnya, masyarakat juga perlu memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan lokasi ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Jangan membakar sampah. Kalau memang kepepet dibakar, tolong ditungguin. Jangan ditinggal," imbaunya.

Selain itu juga mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan kondisi instalasi rumah aman ketika bepergian. Selang dan regulator gas harus dipastikan dalam kondisi aman, sementara peralatan listrik yang tidak diperlukan sebaiknya dicabut.

"Kalau meninggalkan rumah, dipastikan selang gas terkondisi aman. Jaringan listrik juga, kalau ada yang tidak perlu digunakan kalau bisa dicabut. Karena sering juga kejadian kebakaran dari gas dan listrik," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
berita kebakaran semarang semarang ngaliyan Kebakaran Semarang hari ini KEBAKARAN