SEMARANG — Gerakan literasi di Kota Semarang mendapat suntikan energi baru. Belasan anak muda dan pelajar tampil membawa gagasan untuk menghidupkan budaya membaca dalam Grand Final Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026 di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8).
Mengusung tema “Lights of Literacy”, ajang yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang itu tak sekadar mencari figur bergelar duta baca. Para finalis ditantang menjadi penggerak literasi di sekolah, kampus, hingga lingkungan masyarakat.
Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Nur Huda Iskandar mengatakan, pemilihan duta baca menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mendorong generasi muda mencintai literasi.
“Duta Baca yang terpilih bukan sekadar pemegang gelar, melainkan pilar penggerak dan role model yang akan menyebarkan semangat membaca di lingkungan sekolah, kampus, hingga masyarakat luas,” ujarnya.
Sebanyak 12 finalis melaju ke babak grand final setelah melewati serangkaian tahapan seleksi. Mulai administrasi, wawancara, hingga penilaian gagasan. Di babak puncak, mereka harus menunjukkan kemampuan, bakat, sekaligus visi dalam mengembangkan budaya literasi.
Para finalis dari kategori SD, SMP, serta umum/perguruan tinggi tampil di hadapan dewan juri dan penonton. Mereka memaparkan gagasan dan menjawab sejumlah pertanyaan yang menguji pemahaman tentang literasi serta kemampuan berkomunikasi.
Persaingan berlangsung ketat. Sebab, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademis. Mereka juga harus mampu menawarkan gagasan yang aplikatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Sebelum pemenang diumumkan, panggung diisi final speech dari Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2023 dan Duta Baca Kota Semarang 2024. Sesi tersebut menjadi simbol pergantian estafet penggerak literasi kepada duta baca terpilih.
Hasilnya, Muhammad Thoriqul Huda dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang keluar sebagai juara I Duta Baca Putra. Sementara kategori Duta Baca Putri diraih Widyaningrum Cahya Endriana, siswi kelas XII SMA Negeri 5 Semarang.
Untuk kategori Duta Baca Pelajar SD, juara I diraih Anjani Tesalonika Lase dari SD Kebon Dalem 2 Semarang. Sedangkan kategori SMP dimenangkan Salsabilla Nadifa Setiawan dari SMP Hj. Isriati.
Para pemenang selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan gelar. Mereka dituntut menerjemahkan gagasan yang disampaikan di panggung grand final menjadi gerakan literasi yang nyata dan menjangkau lebih banyak anak muda di Kota Semarang.
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan