RADARSEMARANG.ID, Naniek Sudaryati Deyang resmi mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri ini dilakukan dengan berat hati demi menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Dalam pernyataannya pada Rabu (22/7/2026), Naniek mengatakan dirinya akan berangkat hari ini untuk menjalani pengobatan sekaligus mencari second opinion.
Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena tidak percaya pada dokter Indonesia, melainkan atas rekomendasi teman dan demi memastikan kesehatan terbaik.
Baca Juga: BGN Coret 8 Juta Penerima MBG, Dapur Makan Gratis Diaudit Total Usai Skandal Korupsi
“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf. Presiden prihatin dan kasihan, kemudian menyetujui pengunduran diri saya. Namun, Beliau meminta saya tetap mengawasi BGN,” ujar Naniek.
Menurutnya, Presiden Prabowo berencana membentuk Dewan Pengawas BGN, dengan Naniek sebagai ketua dewan tersebut.
Ia menyampaikan hal ini dengan nada ringan, “Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut,” katanya disertai emoji tawa.
Naniek yang telah mendampingi Prabowo selama 14 tahun ini juga menjelaskan bahwa dirinya tetap mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Delapan Bulan Mangkrak, Lima Dapur MBG 3T Jateng Belum Beroperasi
Ia menegaskan bahwa MBG bukan program politik seperti yang dituduhkan banyak pihak.
“Program ini untuk intervensi gizi anak-anak agar menjadi generasi emas. Kalau tujuannya politik, penerima manfaat saat ini kan balita sampai SD. Tiga tahun lagi mereka belum punya hak pilih,” jelasnya.
Naniek juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG.
Selama libur sekolah dan MBG tiga minggu lalu, petani, peternak, serta pedagang mengeluh karena produksi mereka tidak terserap, harga jatuh, dan banyak sayur serta buah yang terbuang.
Selama masa jabatannya yang singkat, Naniek mengaku telah meletakkan fondasi reformasi BGN.
Ia telah mengganti lima eselon satu yang diambil dari berbagai kementerian dan lembaga (Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, dan Kejaksaan) untuk memastikan profesionalisme.
Sebanyak 11 tim reformasi juga telah dibentuk, termasuk tim refocusing penerima manfaat yang akan lebih difokuskan pada kelompok 3B (Balita, Busui, Bumil), siswa SD-SMP, serta sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Baca Juga: Bansos PKH Ibu Hamil dan Balita Segera Cair Rp750.000, Ini Syarat, Jadwal dan Cek Penerima
“Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik’ saya, jadi saya masih bisa menjewer kalau ada yang menyimpang,” tuturnya.
Saat ini, Naniek memilih fokus pada pemulihan kesehatan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada keluarganya, terutama Kakak Kim dan Ade Ara, yang ketat mengawasi pola makan, olahraga, dan aktivitasnya agar ia tidak stres.
Naniek menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk mendukung Program MBG sebagai upaya mulia untuk masa depan anak-anak Indonesia dan perekonomian daerah.(tas)
Editor : Tasropi