RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pendapatan retribusi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, belum maksimal meskipun ada delapan fasilitas olahraga yang dikelola.
Menurut informasi yang ada, delapan fasilitas olahraga ini adalah, Tri Lomba Juang, Sport Center Kalisasak, Lapangan Sidodadi, Stadion Citarum, Manunggal Jati, Sirkuit Mijen dan lainnya.
Plt Kepala Dispora Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatakan masih ada sejumlah kendala yang membuat penerimaan retribusi belum optimal.
Baca Juga: Fasilitas Sudah Dibangun, PAD Tak Maksimal, DPRD Semprot Dispora Kurang Kreatif
Salah satunya adalah adanya kerusakan sejumlah venue, dan rendahnya minat masyarakat untuk melakukan sewa.
"Memang belum bisa maksimal karena ada yang harus ditutup karena adanya perbaikan, dan tingkat kunjungan yang rendah," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/7).
Hingga pertengahan 2026, realisasi pendapatan retribusi masih jauh dari target Rp12 miliar yang ditargetkan kepada Dispora.
Dia menjelaskan, selama ini kontribusi terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berasal dari GOR Trilomba Juang, Manunggal Jati, dan Citarum.
"Penyumbang PAD terbesar masih Trilomba Juang, Manunggal Jati, dan sebagian dari Citarum. Venue lainnya masih terus kami optimalkan," ujarnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Sport Center Mangkang Wetan yang hingga kini masih minim aktivitas.
Hal ini terjadi karena lokasinya yang sulit di akses, sehingga masyarakat enggan menyewa.
Padahal di sports center ini cukup megah dengan fasilitas lapangan voli dan badminton.
"Aksesnya cukup jauh, lalu fasilitasnya juga mungkin belum sesuai dengan harapan pengunjung, sehingga jarang ada yang pakai," tambah dia.
Didik mengungkapkan, capaian retribusi pada 2025 hanya sekitar Rp7,4 miliar. Tahun ini target naik menjadi Rp12 miliar. Pihaknya enggan merinci realisasi PAd, sampai Juli ini.
Namun sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tarik fasilitas olahraga, seperti di Manunggal Jati yang kondisi kolam renang perlu dilakukan perbaikan.
Baca Juga: Bawa 3 Trenggiling dan 20 Kg Sisik untuk Dijual, Eko Dijebloskan ke Rutan Semarang
"Kolam renang Manunggal Jati usianya sudah sekitar 30 tahun. Saat ini memang ada beberapa bagian yang bocor sehingga perlu direhabilitasi agar kembali layak digunakan masyarakat," ungkapnya.
Saat ini, proses revitalisasi masih memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dokumen tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026 sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan pada 2027.
"Tahun ini kami fokus menyelesaikan DED. Setelah itu, kami usulkan anggaran pembangunan agar tahun depan bisa langsung dieksekusi," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi