Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

BI Jateng Siapkan Early Warning System, Empat Program Baru Genjot Ekonomi Daerah

Khafifah Arini Putri • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:09 WIB
Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho.
Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah terus memperkuat pengendalian inflasi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan sistem informasi terintegrasi yang dilengkapi early warning system untuk memantau pergerakan harga dan pasokan pangan.

Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho mengatakan, saat ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menghimpun harga dan pasokan komoditas strategis. Informasi harga itu nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian inflasi.

"Kita lagi coba bangun sistem informasi yang terintegrasi, supaya harga, pasokan, dan sebagainya itu bisa kita monitor, dan bahkan kita juga ingin punya yang namanya early warning system ya. Jadi kalau ada indikasi sesuatu, nanti dampaknya akan kemana, itu akan kita coba pelajari dan supaya (dampaknya) itu tidak terjadi, kita bisa action," kata Noor saat ditemui di Kantor BI Jateng, Kamis (25/6).

Menurutnya, keberadaan early warning system akan membuat pemerintah dan TPID dapat merespons lebih cepat ketika muncul potensi gangguan pasokan maupun gejolak harga. Dengan demikian, dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan sejak awal. 

"Jadi dengan early warning system indicator yang bisa mengingatkan kita akan terjadi sesuatu, kita bisa respon lebih cepat," imbuhnya.

Noor menjelaskan, inflasi Jawa Tengah saat ini masih terkendali di level 2,86 persen dan berada di bawah angka nasional. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, BI Jateng juga memperkuat berbagai program pengembangan ekonomi daerah. Selain mendorong investasi melalui forum bisnis dan promosi proyek investasi ke Jakarta, BI menyiapkan empat program baru yang dinilai memiliki dampak besar terhadap perekonomian daerah. 

“Kita punya beberapa program baru untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Jadi, kita berharap yang lebih impactful," bebernya.

Empat program tersebut yakni Cangkir Barista yang berfokus pada pengembangan kopi, Citra Nusa untuk sektor wastra dan kriya, Air Berkah yang mendukung pengembangan usaha air minum di lingkungan pesantren, serta Tani Berkah yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dari sisi hulu. 

Melalui berbagai langkah itu, pihaknya pun berharap stabilitas harga di Jateng tetap terjaga. Selain itu investasi terus tumbuh, serta produktivitas sektor unggulan daerah semakin meningkat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Jadi, di kantor pusat itu sudah mengidentifikasi sektor-sektor atau area mana saja yang bisa didorong yang mudah-mudahan impact-nya itu cukup besar,” pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#pengendalian inflasi #Early Warning System #Bank Indonesia #JAWA TENGAH