RADARSEMARANG.ID – Nama Nanik S Deyang kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Sosok yang dikenal sebagai mantan jurnalis sekaligus tokoh yang aktif di bidang pemerintahan dan sosial tersebut kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.
Penunjukan Nanik S Deyang menjadi Kepala BGN langsung menarik perhatian masyarakat. Apalagi, selama beberapa waktu terakhir Badan Gizi Nasional tengah menjadi sorotan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Dalam struktur kepemimpinan terbaru Badan Gizi Nasional, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Kehadiran jajaran baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program-program gizi nasional yang menyasar jutaan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak sekolah.
Baca Juga: Kloter 1 Embarkasi Solo Tiba di Jawa Tengah, Tangis dan Sujud Syukur Warnai Kedatangan Jemaah Haji
Nama Nanik S Deyang sendiri sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik ketika merespons kasus keracunan massal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah. Peristiwa tersebut menimbulkan perhatian luas karena ribuan pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Dalam momen tersebut, Nanik tampil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Pernyataannya yang penuh emosi menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Atas nama Badan Gizi Nasional dan seluruh penyelenggara SPPG di Indonesia, kami meminta maaf atas peristiwa yang terjadi,” ungkap Nanik saat memberikan keterangan kepada publik.
Pernyataan itu menjadi perhatian karena Nanik tampak menahan haru ketika menyampaikan rasa penyesalan dan tanggung jawab institusi atas insiden yang terjadi. Banyak masyarakat menilai sikap tersebut menunjukkan kepedulian sekaligus tanggung jawab moral terhadap program yang sedang dijalankan pemerintah.
Baca Juga: PLN Peduli Hadirkan Laboratorium Konversi Motor Listrik di SMK Bhakti Kudus
Kini, setelah resmi dipercaya menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik menghadapi tantangan besar untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih aman, tepat sasaran, dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum dikenal luas di dunia pemerintahan, ia memulai perjalanan kariernya sebagai seorang jurnalis di Tabloid Bangkit. Pengalaman di dunia media menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya hingga saat ini.
Dari sisi pendidikan, Nanik memiliki latar belakang akademik yang cukup kuat. Ia menempuh pendidikan Sarjana Biologi di Universitas Jenderal Soedirman. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Perjalanan karier Nanik kemudian berkembang ke dunia politik dan pemerintahan nasional. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Kepercayaan tersebut semakin membuka jalan bagi Nanik untuk menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan. Untuk periode 2024–2029, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan.
Tidak hanya itu, pada Juni 2025 Nanik juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina. Penunjukan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya.
Karier Nanik di Badan Gizi Nasional sendiri dimulai ketika ia dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN pada September 2025. Hanya berselang beberapa bulan, ia kini resmi naik jabatan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional.
Selain aktif di dunia pemerintahan, Nanik S Deyang juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, organisasi yang didirikan Presiden Prabowo Subianto.
Yayasan tersebut bergerak di bidang sosial dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, anak-anak, serta masyarakat kurang mampu melalui berbagai program pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Keterlibatan Nanik dalam berbagai aktivitas sosial dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memimpin Badan Gizi Nasional. Sebab, isu gizi bukan hanya berkaitan dengan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut kesejahteraan sosial, pendidikan, hingga masa depan generasi muda Indonesia.
Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik kini menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki sistem distribusi makanan, pengawasan kualitas pangan, serta memastikan standar keamanan makanan benar-benar diterapkan di lapangan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program strategis pemerintah yang menyasar pelajar di berbagai daerah Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka stunting dan masalah kesehatan akibat kekurangan nutrisi.
Baca Juga: Jamaah Masjid Baitul Manshurin Semarang Gotong Royong Sukseskan Penyembelihan Hewan Kurban
Namun di balik manfaat besar tersebut, pelaksanaan program MBG juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesiapan dapur umum, distribusi makanan, pengawasan bahan baku, hingga kualitas penyajian makanan.
Kasus keracunan yang sempat terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Publik kini menaruh harapan besar kepada Nanik S Deyang agar mampu membawa perubahan positif di tubuh Badan Gizi Nasional. Pengalaman panjangnya di dunia media, organisasi, pemerintahan, hingga kegiatan sosial menjadi modal yang dinilai cukup kuat untuk menjalankan tugas tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap kepemimpinan baru di BGN dapat menghadirkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimilikinya, Nanik S Deyang kini berada di posisi penting dalam menentukan arah kebijakan gizi nasional Indonesia ke depan. Langkah dan kebijakannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional tentu akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu mendatang.(dka)
Editor : Deka Yusuf Afandi