RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pencarian warga Mangkang Kulon RT 1 RW 1, yang hanyut karena jebolnya tanggul Sungai Plumbon, terpaksa dihentikan karena arus air sungai masih sangat deras.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, petugas SAR, TNI-Polri, BPBD, melakukan penyisiran dari rumah korban yang menurut informasi bernama Maryam, hingga ke area persawahan dan tambak di sekitar permukiman warga.
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang sudah lanjut usia ini, tersapu derasnya air sesaat tanggul sungai yang berada didepan rumahnya jebol, sekitar pukul 18.30, Jumat (15/5) malam.
Baca Juga: Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, 1 Orang Hilang Terseret Banjir
Saat itu Maryam diduga keluar rumah untuk melihat, kondisi tanggul. Nahas derasnya arus, membuat tubuh rentanya terseret derasnya air sungai yang menuju ke saluran irigasi, sawah dan tambak dibelakang perkampungan.
"Informasinya beliau ada didepan rumah, kemudian tersapu air banjir," kata seorang warga
Pencairan terus dilakukan petugas gabungan di belakang rumah korban, hingga area persawahan.
Namun sampai sekitar pukul 23.45 malam korban tak kunjung ditemukan, hingga akhirnya diputuskan pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan Sabtu (16/5) pagi.
Baca Juga: Hujan Deras, Semarang Dikepung Banjir, Satu Orang Tewas Terseret Air di Kawasan Industri Candi
"Kita akan lakukan pencarian lanjutan besok, karena saat ini arus sungai dari jebolan tanggul ke arah permukiman masih sangat deras," kata Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi.
Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widiyanto, menambahkan pencairan belum membuahkan hasil meskipun petugas gabungan telah melakukan mapping dan penyisiran dari belakang rumah korban, saluran irigasi, sawah hingga area tambak yang berada di belakang perkampungan.
"Mapping sudah dilakukan, namun sampai hampir tengah malam korban belum ditemukan," jelasnya.
Fajar menjelaskan, kendala utama petugas gabungan adalah arus air yang cukup deras, cakupan sawah dan tambak yang luas, serta minimnya penerangan.
Pihaknya pun menghentikan pencarian sementara, dan akan dilanjutkan pada Sabtu (16/5) pagi.
"Kendala kami arus cukup deras, minim penerangan dengan cakupan yang luas, sementara kita hentikan dan dilanjutkan Sabtu pagi," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi