RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kondisi Jalan Arteri Yos Sudarso tepat di depan akses keluar kawasan Cipta, Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Semarang dikeluhkan warga karena kerap memicu kecelakaan.
Jalan ini licin akibat tanah yang terbawa ban truk dari kawasan Cipta dan terkena air, bahkan sudah tak terhitung nyawa yang hilang karena terpeleset dan terlindas truk yang melintas.
“Truk yang keluar bawah tanah, jatuh dijalan,. Saat hujan jadi seperti lumpur dan membuat jalan licin, ini yang bikin pengguna sepeda motor sering terjatuh,” kata warga Bandarharjo, Semarang Utara, Budi Santoso saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/5).
Baca Juga: Aktivis Soroti Relasi Kuasa Dibalik Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus dan Pesantren
Kondisi ini kata pria paruh baya ini berlangsung cukup lama, bahkan pernah dalam sehari dua nyawa melayang di kawasan tersebut karena terjatuh dan terlibat kecelakaan dengan kendaraan berat.
“Sehari pernah dua kali kecelakaan, semua meninggal. Ada juga warga kami yang jadi korban,” keluhnya.
Jika musim kemarau, kondisi jalan juga menimbulkan debu tebal ketika cuaca panas.
Debu dari tanah yang tercecer disebut mengganggu jarak pandang pengendara.
Warga berharap pihak terkait, termasuk pengelola kawasan Cipta dan pemerintah, segera turun tangan untuk melakukan pembersihan agar aman dilalui oleh pengguna jalan.
Baca Juga: Tiga Hari Dicari, Jasad Kasdi Ditemukan di Pancang Arus Bodri Kendal
“Kalau panas jadi debu. Kadang naik motor sampai nggak bisa lihat karena debunya,” ujarnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Kota Semarang Mulyadi, mengatakan jika sekitar tiga bulan yang lalu telah berkoordinasi dengan pihak kawasan Cipta dan para pengusaha, atas dampak yang ditimbulkan.
“Kita sudah koordinasi sejak dua atau tiga bulan yang lalu, hasilnya nanti katanya akan ada pembersihan berkala, dan nanti akan kita update lagi,”ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan wilayah pengawasan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas 1 Jawa Tengah, karena arteri Yos Sudarso merupakan wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Kalau terkait dengan ranah dan tanggung jawabnya di pusat, kami tentu berkoordinasi dengan BPTD, dan kami hanya sebagai fasilitator,” ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/5) di kawasan tersebut mulai dibersihkan dengan menggunakan satu alat berat untuk mengeruk tanah. Pembersihan dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak.
Penanganan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengaturan lalu lintas, pengerukan material tanah, hingga pembersihan jalan agar kembali aman dilalui masyarakat.
“Atas instruksi bu Wali, Pemkot bergerak untuk pengaturan lalu lintas, pengerukan dan pembersihan ceceran tanah, kemudian dilanjutkan pembilasan dan penyemprotan oleh Dinas Pemadam Kebakaran agar kondisi jalan benar-benar bersih dan aman,” ujar Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih.
Menurut Siwi, percepatan penanganan menjadi prioritas karena Jalan Arteri Yos Sudarso merupakan salah satu jalur padat kendaraan dengan mobilitas tinggi.
Karena itu, petugas juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama proses pembersihan berlangsung.
Tidak hanya berhenti pada penanganan darurat, Pemkot Semarang juga menyiapkan langkah antisipatif agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Dinas Perhubungan akan memasang rambu peringatan jalan licin dan pita kejut di sekitar lokasi guna meningkatkan kewaspadaan pengendara.
Selain itu koordinasi juga dilakukan dengan pihak PT Cipta untuk melakukan pembenahan akses keluar-masuk kendaraan angkutan agar material tanah tidak kembali terbawa ke badan jalan. DPU turut menyiapkan saluran sederhana untuk mengurangi potensi genangan air di kawasan tersebut.
“Kami meminta pihak PT Cipta melakukan perawatan akses keluar masuk kendaraan truk agar tidak lagi menimbulkan ceceran tanah di jalan utama. Selain itu juga dibuat saluran agar air yang menggenang dapat langsung mengalir ke drainase di sepanjang Jalan Arteri Yos Sudarso,” pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi