Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

10 Formasi CPNS 2026 yang Paling Diminati, Tembus Ratusan Ribu Pelamar

Falakhudin • Senin, 13 April 2026 | 05:05 WIB
10 Formasi CPNS 2026 yang Paling Diminati, Tembus Ratusan Ribu Pelamar
10 Formasi CPNS 2026 yang Paling Diminati, Tembus Ratusan Ribu Pelamar

 

RADARSEMARANG.ID — Kabar gembira bagi pejuang NIP Aparatur Sipil Negara dimanapun berada.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan, setiap tahun terdapat sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun, termasuk sepanjang tahun lalu hingga tahun 2026. 

Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh pegawai negeri sipil yang telah pensiun, pemerintah merencanakan pelaksanaan rekrutmen calon aparatur sipil negara atau yang disebut juga CASN, termasuk untuk formasi CPNS maupun PPPK.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyanti mengeluarkan surat terbarunya. Surat MenPAN-RB Nomor: B/1553/M.SM.01.00/2026 tertanggal 12 Maret 2026 ini sifatnya segera dengan perihal kebutuhan ASN Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Bansos April 2026 PKH, BPNT dan PIP, Siapa Saja yang Dapat? Begini Cara Ceknya

Surat yang ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi pemerintah berisi empat poin penting.

Menteri Rini mengatakan, berdasarkan amanat UU 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, serta mempertimbangkan Perpres Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029 yang berdampak pada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dan komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN), maka setiap instansi pemerintah menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN yang mendukung pencapaian tujuan instansi pemerintah. 

 

Isi Surat Menpan RB tentang CPNS 2026

Memperhatikan ketentuan tersebut di atas, instansi agar menyampaikan usulan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN tahun anggaran 2026 untuk memperoleh penetapan MenPAN-RB dengan pertimbangan sebagai berikut:

1..Memperhatikan ketersediaan anggaran dalam APBN/APBD dengan prinsip zero growth, kecuali untuk pemenuhan ASN bidang pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan.

 2. Usulan jabatan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan ASN yang mendukung program prioritas nasional. 

3. Usulan jabatan berdasarkan prioritas pencapaian tujuan setiap instansi dengan ketentuan jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 

4. Peta jabatan yang telah ditetapkan oleh PPK dan memperhatikan jumlah ASN yang memasuki Batas Usia Pensiun tahun 2026. 

Baca Juga: Kabar Gembira, Seleksi CPNS 2026 Diprediksi Segera Dibuka dengan Ribuan Formasi

"Merujuk penjelasan sebagaimana di atas, diharapkan PPK untuk menyampaikan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN tahun anggaran 2026 pada aplikasi eformasi melalui tautan: https://formasi.menpan.go.id paling lambat tanggal 31 Maret 2026," tegas MenPAN-RB Rini Widyantini. 

Dia menambahkan, bila instansi tidak menyampaikan usulan sampai dengan tenggat waktu yang ditentukan, maka dianggap tidak melaksanakan pengadaan ASN Tahun Anggaran 2026. 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrullah mengaku telat menerima surat MenPAN-RB terbaru. 

"Kami sudah terima suratnya dan siap melaksanakannya," ujar Prof. Zudan (13/3/2026). 

"Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin. Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja dikutip (15/3/2026).

"Tapi nanti ini kan perlu juga kebijakan bukan hanya dari Kementerian PANRB, tapi juga membutuhkan pertimbangan misalnya dari menteri keuangan, termasuk juga ketersediaan anggaran," jelas Aba.

Meski begitu, Aba menekankan bahwa pemerintah saat ini memiliki stok ASN yang lebih banyak dibandingkan kebutuhan, karena proses rekrutmen tahun 2024 lalu menghasilkan lebih banyak calon pegawai. 

Ia menyatakan, jumlah pegawai negeri sipil saat ini sekitar 6,5 juta orang,-+ 1,2 juta orang yang diangkat untuk posisi pada tahun 2024. 

Namun, ia mengakui bahwa dari jumlah ASN yang ada saat ini, kebutuhan utama tetap berada pada guru, tenaga pendidik, hingga tenaga kesehatan.  

Karena masih ada sekolah dan unit pelayanan kesehatan yang kebutuhan guru serta tenaga kesehatannya belum terpenuhi.

Baca Juga: Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 Terbit, Perubahan Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus dan Tambahan Penghasilan Tamsil Guru 

"Dan yang lebih penting kita harus memberikan ruang kepada talenta-talenta baru untuk bisa bergabung menjadi aparatur sipil negara apabila memang lowongannya dimungkinkan di tahun 2026," paparnya.

Pemerintah masih mematangkan persiapan seleksi CPNS 2026. 

Proses ini melibatkan analisis mendalam mengenai kebutuhan pegawai di berbagai instansi pemerintah untuk lima tahun ke depan. 

Tujuannya adalah untuk memastikan formasi yang dibuka benar-benar relevan dengan strategi pembangunan nasional dan efisiensi birokrasi. 

Sebab itu, pengumuman pembukaan CPNS tidak dapat dilakukan secara mendadak karena memerlukan perhitungan kebutuhan kompetensi serta jumlah formasi yang akurat.

Jika mengacu pada pola rekrutmen tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran CPNS biasanya dibuka pada pertengahan hingga akhir tahun. 

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari laman SSCASN-BKN atau akun Instagram resmi @kemenpanrb agar tidak ketinggalan informasi terbaru.

Baca Juga: Sekolah Kedinasan 2026 Kapan Dibuka? Cek Syarat Batas Umur hingga Tinggi Badannya

Syarat Umum Pendaftaran CPNS 2026 yang Perlu Diketahui

Syarat umum pendaftaran CPNS 2026 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengacu pada Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi calon pelamar meliputi:

- Warga Negara Indonesia (WNI).

- Usia Pelamar: Minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat melamar. Khusus untuk jabatan tertentu seperti Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa dengan kualifikasi pendidikan S3, usia maksimal bisa mencapai 40 tahun.

-Tidak Pernah Dipidana: Tidak pernah dipidana penjara 2 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

- Status Kepegawaian: Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, PPPK, Prajurit TNI, anggota Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta. 

- Juga tidak sedang berkedudukan sebagai Calon PNS, PNS, Prajurit TNI, atau anggota Polri.

- Tidak Menjadi Anggota/Pengurus Partai Politik: Serta tidak terlibat politik praktis.

- Kualifikasi Pendidikan: Memiliki pendidikan yang sesuai dengan formasi yang dilamar. 

- Pelamar lulusan perguruan tinggi dalam negeri atau luar negeri harus memiliki IPK minimal tertentu (misalnya D-III: 2,75; D-IV/S-1: 3,00; S-2: 3,20 dari skala 4,00). 

- Ijazah dari perguruan tinggi dan/atau program studi harus terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

- Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani.

- Kesediaan Penempatan: Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau bahkan luar negeri sesuai kebutuhan instansi.

Baca Juga: Update Pencairan Bansos April 2026 PKH dan BPNT Tahap 2, Cek Saldo KKS

Setiap instansi juga dapat menetapkan persyaratan tambahan sesuai kebutuhan jabatan. 

Oleh karena itu, pelamar wajib membaca pengumuman resmi instansi tujuan saat pendaftaran CPNS 2026 dibuka.

Dokumen Penting untuk Pendaftaran CPNS 2026 

- Calon pelamar dianjurkan untuk segera mempersiapkan berbagai dokumen yang kemungkinan besar dibutuhkan saat mendaftar menjadi CPNS tahun 2026. 

- KTP asli atau surat keterangan dari dinas pendudukan dan catatan sipil. 

- Kartu Keluarga (KK). 

- Surat ijazah asli yang sesuai dengan persyaratan dari instansi yang akan dicantumkan. 

- Transkrip Nilai asli. 

- Pas foto terbaru berlatar belakang merah. 

- Surat lamaran (format akan disediakan instansi). 

- Surat pernyataan (format akan disediakan instansi). 

- Sertifikat TOEFL (jika dipersyaratkan). 

- Surat Tanda Registrasi (STR) (jika diperlukan bagi tenaga kesehatan). 

- Swafoto. 

- Pembubuhan meterai. 

- Akreditasi kampus/program studi. 

- Dokumen pendukung lainnya yang sesuai dengan formasi (misalnya sertifikat keahlian, surat keterangan sehat). 

- Perlu memastikan seluruh dokumen tersebut dapat dibaca dengan jelas, tidak buram, tidak terpotong, atau dalam kondisi lain yang dapat menghambat proses verifikasi. 

Baca Juga: Update Pencairan Bansos April 2026 PKH dan BPNT Tahap 2, Cek Saldo KKS

Panduan Lengkap Cara Daftar CPNS 2026 Online 

Langkah-langkah pendaftaran meliputi: 

Kunjungi situs resmi: Akses portal sscasn.bkn.go.id. 

Buat akun SSCASN dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data pribadi yang benar dan lengkap. 

Setelah akun telah dibuat, login kembali ke portal SSCASN menggunakan NIK dan password yang sudah diberikan, kemudian lengkapi data diri kamu. 

Pilih formasi: Pilih jenis seleksi yang Anda inginkan, seperti CPNS, instansi tujuan, dan formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. 

Unggah semua dokumen yang sudah disiapkan sesuai dengan format dan ukuran yang ditentukan. 

Cek ulang data: Periksa kembali semua isian data dan dokumen yang diunggah untuk menghindari kesalahan. 

Setelah semua data telah diisi dan dokumen diunggah dengan tepat, kirimkan pendaftaran Anda. 

Cetak Kartu Pendaftaran: Sebagai bukti bahwa Anda sudah mendaftar. 

Pendaftaran CPNS 2026 akan dilakukan secara online melalui portal resmi SSCASN. Proses ini dibuat agar memudahkan para pendaftar dari seluruh Indonesia.

 

Prediksi Jadwal CPNS 2026

Selain itu, penyusunan kebutuhan ASN juga mempertimbangkan Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 yang berdampak pada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta komposisi ASN di berbagai kementerian dan lembaga. 

Karena itu, setiap instansi pemerintah diminta untuk menyusun kebutuhan jumlah serta jenis jabatan ASN yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa instansi pemerintah perlu menyampaikan usulan kebutuhan ASN untuk tahun anggaran 2026 agar dapat memperoleh penetapan dari Menteri PAN-RB. 

Selain itu, usulan jabatan juga harus disesuaikan dengan prioritas pencapaian tujuan masing-masing instansi serta tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Walaupun telah timbul banyak harapan di tengah masyarakat, jika ditelusuri lebih lanjut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi belum secara resmi mengeluarkan jadwal seleksi CPNS 2026 hingga saat ini.

Berdasarkan seleksi CPNS di tahun sebelum-sebelumnya, seleksi biasanya dibuka pada pertengahan hingga akhir tahun. 

Oleh karena itu, banyak yang memperkirakan pendaftaran CPNS 2026 berpotensi dimulai pada semester kedua tahun 2026, meskipun tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

Baca Juga: Begini Penjelasan Menkeu Purbaya Soal Gaji Ke-13 ASN

Sementara itu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah secara resmi memulai tahap persiapan untuk perekrutan CPNS pada tahun anggaran 2026.  

Tahun ini, kebijakan yang diberlakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan membawa perubahan yang cukup besar. 

Setiap orang yang mendaftar wajib mengetahui aturan terbaru. 

Melalui Surat Edaran Nomor 6083/A. A3/KP.00.00/2026 yang diterbitkan pada 23 Maret 2026, Kemendikdasmen kembali menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat struktur birokrasi dengan fokus khusus pada jalur Pegawai Negeri Sipil. 

Pada tahun ini, pemerintah menerapkan prinsip pertumbuhan nol. 

Ini berarti bahwa pengadaan pegawai hanya dilakukan untuk menggantikan pegawai negeri sipil yang akan memasuki masa pensiun atau untuk mengisi posisi yang sangat penting dalam program prioritas kementerian. 

Langkah ini dilakukan agar organisasi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan yang diberikan.  

"Kami mencari orang-orang terbaik yang benar-benar ahli di bidangnya," tulis poin penting dalam instruksi yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut. 

Kemendikdasmen memberi kesempatan kepada berbagai tingkatan pendidikan dengan pembagian tugas yang sangat jelas. 

Diploma III (D3) 

Posisi yang dicari adalah posisi teknis operasional dan fungsional yang berpengalaman. 

Tingkat/Kelas Posisi: Kelas Posisi 6 

Sarjana (S1) / D4 

Posisi yang dicari: Posisi pelaksana dan ahli fungsional pertama. 

Tingkat/Kelas Posisi: Kelas Posisi 7 

Magister (S2) 

Posisi yang Ditargetkan: Posisi Fungsional Spesialisasi Tinggi 

Tingkat/Kelas Posisi: Ahli Pertama (Wajib S2) 

Yang perlu diketahui, dalam proses rekrutmen kali ini, fokusnya hanya pada jalur CPNS.  

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah memberikan petunjuk jelas kepada setiap unit kerja agar hanya menyusun usulan kebutuhan pegawai negeri sipil. 

 Ini adalah kesempatan bagi Anda yang ingin memperoleh jaminan karier jangka panjang sebagai pegawai negeri tetap. 

Saat ini, proses penggodokan kuota sedang mencapai puncaknya. 

 Semua bagian kerja yang ada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi wajib membuat laporan tentang kebutuhan pegawai. 

Mengacu pada kebutuhan ribuan jenis kualifikasi pendidikan serta melihat masa lalu yang mencakup hampir 500 jenis kualifikasi, peserta dianjurkan untuk segera menyiapkan dokumen identitas dan transkrip nilai asli. 

Sebagai ilustrasi, pada rekrutmen sebelumnya, formasi mencapai puluhan ribu dengan berbagai kualifikasi Pendidikan.

Namun, tahun ini diperkirakan akan lebih selektif. 

Kepastian ini menunjukkan bahwa pendaftaran resmi akan segera dibuka setelah proses usulan formasi akhir selesai. 

 

Pemerintah secara resmi mulai mengambil langkah pertama untuk proses rekrutmen tahun 2026. 

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) kini memaksa semua lembaga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk segera mengajukan permintaan kebutuhan pegawainya. 

Usulan ini sangat penting karena menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam menentukan jumlah dan jenis posisi yang akan dibuka kemudian hari. 

Berdasarkan Surat Edaran dari Menteri PAN RB Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026, setiap instansi memiliki waktu sampai 31 Maret 2026 untuk menyampaikan data tersebut. 

 

Strategi Memilih Formasi CPNS 

Memilih lembaga menjadi salah satu keputusan yang sangat penting dalam proses penerimaan CPNS. Setiap pelamar hanya boleh memilih satu formasi saja. 

Instansi pusat biasanya memberikan fasilitas dan tunjangan yang lebih baik, namun kompetisinya juga sangat ketat. 

Sebaliknya, instansi daerah biasanya menerima jumlah pendaftar yang lebih sedikit, sehingga kesempatan untuk lulus cenderung lebih besar. 

Namun, pelamar harus siap betul untuk ditempatkan di lokasi yang ditentukan, karena jika mengundurkan diri setelah lulus, bisa mendapat sanksi berat. 

Banyak orang yang gagal tidak karena skor atau nilai mereka, tetapi karena masalah urusan administratif seperti akreditasi sekolah dan ketidakcocokan jurusan. 

Yang perlu diperhatikan adalah akreditasi yang digunakan adalah akreditasi saat Anda lulus, bukan akreditasi terbaru. 

Selain itu, nama jurusan harus sesuai dengan persyaratan formasi.  

Jika terdapat perbedaan istilah, sebaiknya diberikan surat penjelasan dari kampus. 

Hal-hal kecil seperti ini sering kali menjadi faktor penting dalam menentukan apakah seseorang bisa melewati tahap awal seleksi atau tidak. 

 

 

10 formasi dengan peminat terbanyak rekrutmen CPNS 2024

Memilih formasi dengan jumlah pelamar tinggi tentu membuat peluang lolos semakin kecil karena persaingan yang ketat.

Berdasarkan data BKN tahun 2024, berikut daftar formasi dengan jumlah pelamar terbanyak yang bisa menjadi gambaran untuk CPNS 2026:

1. Kemenkumham

Kebutuhan: 9.070 Pendaftar: 568.257

2. Kemenag

Kebutuhan: 20.772 Pendaftar: 329.222

3. Kemenkes

Kebutuhan: 8.607 Pendaftar: 106.950

4. Kemkominfo

Kebutuhan: 4.215 Pendaftar: 87.440

5. Kejagung

Kebutuhan: 9.694 Pendaftar: 80.929

6. Kemendikbudristek

Kebutuhan: 12.843 Pendaftar: 75.002

7. KLHK

Kebutuhan: 3.066 Pendaftar: 44.494

8. Kemenhan

Kebutuhan: 6.566 Pendaftar: 43.505

9. BKKBN

Kebutuhan: 1.206 Pendaftar: 39.936

10. Kemenkeu

Kebutuhan: 1.230 Pendaftar: 39.069

Data tersebut menunjukkan bahwa formasi populer selalu dipadati pelamar setiap tahunnya. 

Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan strategi dalam memilih formasi agar peluang lolos semakin besar.

Tips Peluang Lolos CPNS 

Persiapan sejak awal sangat penting untuk bisa lolos dalam proses seleksi CPNS. 

Mulailah belajar materi SKD beberapa waktu sebelum pendaftaran dibuka. 

Latihan soal berbasis CAT sangat berguna untuk memahami cara soal ujian itu berjalan. 

Selain itu, pastikan semua dokumen sudah siap dan memenuhi ketentuan yang berlaku.  

Jangan menunggu hingga mendekati pendaftaran. 

Mempertahankan kondisi fisik dan mental juga penting, karena proses seleksi bisa terasa cukup lama dan menguras energi. 

Meskipun jadwal resmi seleksi CPNS 2026 belum diumumkan, peluang untuk mengikuti seleksi masih terbuka lebar di tengah tahun. 

Dengan persaingan yang semakin berat setiap tahun, persiapan yang cukup matang menjadi penting agar bisa berhasil. 

Bagi kamu yang ingin menjadi ASN, sekarang adalah saat terbaik untuk mulai mempersiapkan diri. (fal)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Tips Peluang Lolos CPNS #Formasi CPNS 2026 lulusan S1 #cara daftar cpns 2026 #CPNS 2026 #Formasi CPNS 2026 lulusan SMA