Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Sering Beli Bensin Eceran? Ini Risiko Jika BBM Disimpan Terpapar Matahari

D
Penulis: Deka Yusuf Afandi❯
Jangan asal beli bensin eceran. Ahli menjelaskan risiko kualitas BBM menurun akibat penyimpanan di tempat terbuka dan terkena panas.
Jangan asal beli bensin eceran. Ahli menjelaskan risiko kualitas BBM menurun akibat penyimpanan di tempat terbuka dan terkena panas.

Advertisement

  

RADARSEMARANG.ID –  Masih banyak ditemui penjual BBM eceran di pinggir jalan yang menyimpan bensin dalam botol bening maupun jeriken transparan. Pemandangan seperti ini memang sudah lumrah di berbagai daerah di Indonesia, terutama di kawasan pedesaan hingga jalur wisata yang jauh dari SPBU.

Namun di balik kemudahannya bagi pengendara, ternyata ada risiko yang jarang disadari terkait kualitas bensin yang disimpan dengan cara kurang tepat.

Advertisement

Bensin yang diletakkan di dalam botol bening dan terpapar sinar matahari langsung ternyata bisa mengalami perubahan komposisi kimia. Dampaknya bukan hanya membuat kualitas bahan bakar menurun, tetapi juga berpotensi memengaruhi performa mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Paparan panas matahari menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas bahan bakar. Apalagi sebagian besar penjual BBM eceran menaruh bensin di luar ruangan tanpa perlindungan khusus. Kondisi tersebut membuat suhu bahan bakar meningkat dan mempercepat reaksi kimia di dalamnya.

Advertisement

Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, pernah menjelaskan bahwa panas matahari dan oksigen dari udara dapat mengubah spesifikasi fisika maupun kimia bahan bakar.

“Hal ini menjadikan spesifikasi fisika/kimia bahan bakar berubah,” ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri seperti dikutip dari MotorPlus-Online.com.

Menurutnya, salah satu perubahan yang bisa terjadi adalah terbentuknya gum atau endapan akibat reaksi senyawa tertentu di dalam bensin. Kondisi ini dapat memicu timbulnya kerak pada sistem bahan bakar kendaraan.

“Contoh senyawa olefin bisa saling bereaksi menjadi gum karena pengaruh oksigen dan panas,” jelas Tri.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan kandungan gum atau unwashed gum dapat meningkatkan risiko munculnya deposit di dalam mesin.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nasib Honorer 2026 Mulai Terjawab, PPPK Paruh Waktu Disebut Jadi Jalan Tengah

Nasib Honorer 2026 Mulai Terjawab, PPPK Paruh Waktu Disebut Jadi Jalan Tengah

Skema PPPK paruh waktu kembali menjadi sorotan setelah pemerintah melanjutkan penataan tenaga honorer non ASN. Simak syarat, peluang, dan mekanisme lengkapnya.

Benarkah Mobil di Atas 1400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni? Ini Jawaban Resmi Pertamina Soal Video Viral Larangan BBM Subsidi

Benarkah Mobil di Atas 1400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni? Ini Jawaban Resmi Pertamina Soal Video Viral Larangan BBM Subsidi

Pertamina akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait isu viral mobil di atas 1400 cc dilarang isi Pertalite mulai 1 Juni 2026. Simak fakta lengkapnya di sini.

Penyaluran BPNT Tahap 2 , Mei 2026 Kembali Cair di Banyak Daerah, KKS BNI 2020 dan 2021 Mendominasi Pencairan Rp600 Ribu

Penyaluran BPNT Tahap 2 , Mei 2026 Kembali Cair di Banyak Daerah, KKS BNI 2020 dan 2021 Mendominasi Pencairan Rp600 Ribu

BPNT Tahap 2 Mei 2026 mulai cair di berbagai daerah. Banyak KPM pengguna KKS BNI menerima saldo Rp600 ribu secara bertahap.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer