RADARSEMARANG.ID – Kalender Jawa hingga kini masih memegang peran penting dalam kehidupan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya dalam menentukan waktu yang dianggap baik untuk berbagai keperluan.
Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga sering digunakan dalam perhitungan aktivitas sehari-hari seperti pernikahan, pindah rumah, hingga kegiatan adat lainnya.
Memasuki pekan kedua bulan April 2026, sistem penanggalan Jawa berjalan beriringan dengan kalender Hijriah yang telah memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah. Periode ini datang tidak lama setelah perayaan Idulfitri, sehingga nuansa religius masih sangat terasa di tengah masyarakat.
Perpaduan antara kalender Jawa dan Hijriah menjadi hal yang menarik karena keduanya sama-sama dijadikan acuan.
Kalender Jawa dengan sistem weton-nya memberikan panduan tradisional, sementara kalender Hijriah menjadi rujukan utama dalam menjalankan ibadah umat Islam.
Weton sendiri merupakan kombinasi antara hari dalam kalender Masehi dengan pasaran dalam kalender Jawa. Kombinasi ini dipercaya memiliki makna tertentu yang sering digunakan untuk menentukan hari baik atau menghindari waktu yang dianggap kurang tepat.
Selain itu, keberadaan tanggal Hijriah dalam periode ini juga penting, terutama bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah sunnah di bulan Syawal. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa enam hari setelah Idulfitri.
Pada pekan kedua April 2026, susunan kalender Jawa menunjukkan variasi weton yang beragam. Setiap hari memiliki karakteristik tersendiri menurut kepercayaan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi ini.
Dimulai dari Ahad Pahing yang bertepatan dengan 5 April 2026 atau 16 Syawal 1447 Hijriah. Hari ini sering dianggap sebagai waktu yang cukup baik untuk memulai aktivitas baru menurut sebagian perhitungan Jawa.
Selanjutnya, Senin Pon pada 6 April 2026 bertepatan dengan 17 Syawal 1447 Hijriah. Kombinasi ini memiliki makna tersendiri dalam penentuan hari baik dalam tradisi Jawa.
Hari berikutnya adalah Selasa Wage, 7 April 2026 yang bersamaan dengan 18 Syawal 1447 Hijriah. Weton ini juga sering diperhitungkan dalam berbagai aktivitas adat.
Rabu Kliwon jatuh pada 8 April 2026 atau 19 Syawal 1447 Hijriah. Dalam tradisi Jawa, Kliwon sering dikaitkan dengan nilai spiritual yang cukup kuat.
Kemudian Kamis Legi pada 9 April 2026 yang bertepatan dengan 20 Syawal 1447 Hijriah. Hari ini kerap dianggap membawa keberuntungan dalam beberapa kepercayaan lokal.
Jumat Pahing pada 10 April 2026 atau 21 Syawal 1447 Hijriah menjadi salah satu hari yang cukup diperhatikan, terutama karena bertepatan dengan hari Jumat yang memiliki nilai religius tinggi.
Sabtu Pon pada 11 April 2026 yang bersamaan dengan 22 Syawal 1447 Hijriah juga memiliki makna tersendiri dalam hitungan weton.
Pekan tersebut ditutup dengan Ahad Wage pada 12 April 2026 atau 23 Syawal 1447 Hijriah, yang kembali menjadi referensi bagi masyarakat dalam menentukan berbagai aktivitas.
Dengan mengetahui susunan kalender Jawa dan padanannya dalam kalender Hijriah, masyarakat dapat lebih mudah merencanakan kegiatan. Baik kegiatan yang bersifat budaya maupun ibadah dapat disesuaikan dengan perhitungan yang diyakini.
Di sisi lain, bulan April 2026 juga menjadi momen di mana banyak orang mulai merancang agenda liburan atau mencari waktu istirahat di tengah kesibukan.
Salah satu tanggal yang kerap menjadi perhatian adalah 21 April, yang secara historis diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan tokoh emansipasi perempuan di Indonesia.
Namun demikian, banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah tanggal tersebut termasuk hari libur nasional atau tidak. Pertanyaan ini kerap muncul setiap tahunnya.
Berdasarkan ketentuan resmi pemerintah melalui keputusan bersama tiga menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama, tanggal 21 April 2026 yang jatuh pada hari Selasa tidak termasuk tanggal merah.
Artinya, meskipun diperingati secara nasional, Hari Kartini tetap berstatus sebagai hari kerja biasa. Tidak ada kebijakan resmi yang menetapkan hari tersebut sebagai hari libur.
Instansi pemerintah, sekolah, serta sektor swasta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Kegiatan peringatan biasanya dilakukan tanpa menghentikan operasional kerja.
Jika melihat keseluruhan kalender April 2026, sebenarnya terdapat beberapa hari libur yang cukup signifikan. Salah satunya adalah peringatan Wafat Yesus Kristus yang jatuh pada awal bulan.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Kapan? Ini Bocorannya
Selain itu, momentum Idulfitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026 juga masih memberikan dampak pada awal April, terutama terkait cuti bersama yang mungkin masih berlangsung.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memanfaatkan celah waktu untuk berlibur atau beristirahat lebih panjang.
Bagi pekerja yang ingin mengambil cuti di sekitar tanggal 21 April, perencanaan yang matang sangat disarankan. Terlebih karena tanggal tersebut berada di hari Selasa.
Banyak orang biasanya memanfaatkan hari Senin sebelumnya sebagai cuti tambahan untuk menciptakan libur panjang. Strategi ini sering disebut sebagai mengambil “hari kejepit”.
Namun demikian, penting untuk tetap memperhatikan aturan dan kebijakan masing-masing tempat kerja sebelum mengajukan cuti.
Secara keseluruhan, kombinasi antara kalender Jawa, Hijriah, dan Masehi di bulan April 2026 memberikan banyak referensi bagi masyarakat dalam mengatur aktivitas.
Baik untuk kepentingan budaya, keagamaan, maupun perencanaan liburan, memahami kalender secara menyeluruh dapat membantu mengambil keputusan yang lebih tepat.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi