RADARSEMARANG.ID, Semarang - Arus mudik lebaran tahun 2026 ini dengan menggunakan transportasi jalur laut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diperkirakan naik mencapai lima persen.
Pihak PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga menambah armada untuk memenuhi kebutuhan mengangkut masyarakat yang melaksanakan mudik maupun balik selama lebaran tahun 2026 ini.
Direktur SDM dan Umum PT DLU, Muhammad Wahyudin, mengungkapkan telah melaksanakan persiapan dengan penambahan jumlah armada kapal laut di cabang Semarang.
"Dimana yang sebelumnya tahun 2025 kemarin kita hanya menyediakan empat kapal, untuk tahun ini (2026) kita menyediakan lima kapal," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/3/2026).
Lima armada kapal laut tersebut dari berbagai rute Pulang Pergi (PP), antara lain Semarang Sampit, Kumai, Pontianak dan Ketapang Kalimantan Barat.
"Dari lima kapal ini insyaallah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah untuk melakukan mudik maupun harus balik besok. Kapasitas angkut sampai H 0 (lebaran) sampai H 30, menghitung ada 31.500 pack untuk kapasitas angkutnya," bebernya.
Alasan penambahan armada kapal laut ini, Muhammad Wahyudin juga menyebut diprediksi akan ada kenaikan volume penumpang utamanya masyarakat yang melaksanakan mudik melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Tahun kemarin (2025) itu 23 ribu penumpang. Kalau prediksi kenaikan itu, kita kemarin menghitung sekitar 5 persen kenaikan penumpang," katanya.
"Makanya kami antisipasi salah satunya adalah kita menambah jumlah kapal itu. Sehingga diharapkan tidak menyulitkan masyarakat di Jawa Tengah untuk bepergian," jelasnya.
Menurutnya, telah merancang atau membuat jadwal operasional pelayaran lima armada kapal tersebut. Langkah ini dilakukan sejak dini guna memberikan fasilitas kemudahan masyarakat.
"Sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih jadwal kepulangannya nanti setelah dari Jawa Tengah untuk menuju ke lokasi masing-masing," ujarnya.
Selain itu, PT DLU melakukan persiapan dari sisi armadanya, dan telah mastikan tidak ada kapal yang docking. Sebab, kapal-kapal yang disiapkan sudah melalui melalui proses maintenance yang baik.
"Sehingga insya Allah kapal-kapal milik Dharma lautan ini bisa dianggap layak laut," katanya.
Lanjutnya mengatakan, yang kedua juga menyiapkan dari sisi sumber daya manusianya khususnya awak pelaut yang sudah memenuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Selain itu juga kami sudah menyiapkan pembelian tiket secara online sehingga masyarakat jangan sampai membeli ke Calo," jelasnya.
"Ini kami berharap kita menghindari Calo sehingga online tiket itu kita buka, kita sosialisasikan di mana harga-harganya sudah sesuai dengan aturan yang kita buat. Sehingga masyarakat untuk berangkat ke pelabuhan itu sudah punya tiket" bebernya.
Menurutnya juga, masyarakat dipastikan tidak kesulitan untuk mencari tiket khusus kapal-kapal milik PT Darma Lautan Utama.
Sebab, telah menunjuk agen-agen resmi, baik melalui online maupun langsung datang ke kantor cabang.
"Kita juga memastikan bahwa semua fasilitas di atas kapal sudah berfungsi dengan baik. Selama kapal itu berlayar, insyaallah kita akan berikan sesuai dengan apa yang kita janjikan," janjinya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh penumpang untuk mengikuti aturan-aturan atau petunjuk dari petugas pelayaran. Langkah ini juga dilakukan supaya kegiatan mudik berjalan lancar, aman, selamat sampai tujuan.
"Jadi tidak usah berebut, kita berharap kita tertib, insyaallah akan berjalan dengan baik. Kami juga mengharapkan terus arahan dari KSOP supaya servis kami, layanan kami menjadi lebih baik dari tahun ke tahun," harapnya.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrim dan tidak menentu, Muhammad Wahyudin, mengakui hal tersebut. Nantinya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG terkait pelayaran tersebut.
"Jadi apakah kita mau berangkat atau tidak, situasi cuaca seperti apa, kami selalu melihat prediksi yang dikeluarkan oleh BMKG," katanya.
Kesempatan kegiatan ini juga didampingi, Manajer Usaha & Operasi PT DLU, Gede Maharta, dan Manajer Cabang Semarang Herman Fajar. Termasuk Kepala Bidang Lalulintas Laut KSOP Kelas 1 Tanjung Emas Semarang, Kant Dicky Eka Kunarko.
"Kita juga ikuti aturan atau arahan dari KSOP. Kalau memang KSOP merasa bahwa cuacanya tidak bagus, ya kita tidak akan menjalankan kapal itu. Jadi intinya untuk cuaca ini, kita tetap akan koordinasi dengan KSOP maupun dengan BMKG," pungkasnya.
Sementara, Kepala Bidang Lalulintas Laut KSOP Kelas 1 Tanjung Emas Semarang Kant Dicky Eka Kunarko mengakui telah melakukan rakor angkutan lebaran, termasuk dengan Menteri Perhubungan. Pihaknya menyebut, hal yang paling diwaspadai sekarang ini adalah cuaca.
Memang pesan dari Pak Menteri Perhubungan adalah kita tidak kompromi dengan keselamatan, artinya tidak ada toleransi. Kalau memang kapal itu di cuaca dinilai buruk dan kapal itu tidak diberangkatkan, kami tidak akan berangkatkan kapal itu," tegasnya.
"Jadi lebih baik kita tidak berangkat daripada tidak sampai. Jadi itu penekanan dari kami. Memang keselamatan jiwa itu utama," lanjutnya.
Pihaknya menyebut, terdapat dua operator pelayaran yakni Pelni dan PT DLU. Pihaknya juga menekankan kaitannya sarana dan prasarana, termasuk juga tak kalah pentingnya manifest penumpang, karena berkaitan juga dengan faktor keselamatan.
"Jangan sampai nanti manifest itu tidak sesuai dengan kenyataan di atas kapal, misalnya 20 orang tapi di atas kapal bisa 40 orang. Jadi masukan nama sesuai dengan NIK, penumpang dengan nama sesuai. Itu salah satu unsur dari keselamatan," jelasnya.
"Saya juga tekankan kepada rekan-rekan agen bahwa yang pertama tidak menaikkan harga terlalu tinggi dari tarif dasar. Kami mohon dari agen tiket untuk memperhatikan hal-hal seperti itu," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi