RADARSEMARANG.ID, Semarang - Daryanti, warga Pengkol, Karanggede Kabupaten Boyolali mengalami nasib tragis.
Istri juragan sate ini menjadi sasaran pembunuhan oleh Agus Ratmono tak lain masih tetangganya, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.30
Kondisi Daryanti ditemukan tergeletak bersimbah. Korban mengalami banyak luka tusuk di leher oleh pelaku Agus Ratmono.
Sebelum ditusuk, korban dianaiya dengan cara dicekik dan disayat lehernya oleh tersangka.
"Tersangka menganiaya korban (Daryanti) dengan mencekik dan menyayat leher 4 kali menggunakan cutter dan leher korban digorok dua kali," ungkap Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Syaputra kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/2/2026).
"Karena cutter lama, korban dibawa ke dapur selanjutnya digorok lagi 2 kali dan dibawa ke kamar mandi dicelupkan ke ember masih melawan. Setelah itu korban diletakan lemas dan dikucuri air dingin," bebernya.
Beruntung korban masih selamat karena upayanya mengelabui tersangka dengan berpura-pura mati.
Selanjutnya, menghubungi suaminya yang sedang di Pontianak, dan kemudian menghubungi kerabatnya yang ada di Boyolali.
"Jadi ibu korban ini sempat pura-pura mati, dan sempat diguyur air dari teko oleh tersangka untuk memastikan apakah meninggal atau masih hidup," katanya.
Saat pertikaian dengan tersangka, korban tak mampu meminta tolong. Bahkan, kondisi rumah dengan rumah lainnya berjauhan.
"Kediaman korban tersebut itu memang jaraknya agak cukup jauh dengan tetangga-tetangga kanan, kiri, ataupun depan," jelasnya.
"Ketika yang bersangkutan sadar dari pingsannya, kemudian langsung menghubungi suaminya yang berprofesi berjualan sate di Pontianak," jelasnya.
Suami Daryanti bernama Purwanto. Setalah mendapat telpon dari isterinya, kemudian menghubungi kerabatnya di Boyolali dan menyampaikan isteri dan anaknya dalam kondisi gawat dan membahayakan di dalam rumah, di Boyolali.
"Pelapor langsung segera mendatangi rumah korban mendapati korban D dalam keadaan tergeletak diantara ruang tamu dan ruang keluarga dalam kondisi berlumuran darah namun masih sadar," jelasnya.
Setelah itu korban D meminta kepada kerabatnya untuk mencari dan mengecek kondisi, AO.
Akhirnya, AO didapati berada didalam kamar mandi, dengan posisi kepala dan separuh badan didalam ember warna oranye yang terisi air penuh.
"Kemudian korban AO diangkat dari ember warna orange dan berinisiatif mengangkat perut, dengan tujuan untuk mengeluarkan air yang masuk ke tubuhnya. Namun, AO sudah dalam keadaan tidak bernafas, meninggal," jelasnya.
Setelah mendapat pertolongan dari kerabatnya, korban dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Bahkan, sempat mengalami kritis di ruangan ICU rumah sakit.
"Hasil visum korban D, ditemukan 22 luka terbuka, 13 luka lecet dan 5 luka memar terutama di leher dan kepala," bebernya.
Setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, korban Daryanti kondisinya membaik. Sekarang juga sudah pulang ke rumah, meskipun masih mendapat perawatan.
"Dan sekarang 2 hari yang lalu sudah kembali bisa kembali ke rumah dan sekarang sudah ke rumah, namun masih tetap dalam perawatan sekarang," katanya.
Namun, nahas putri bungsu Daryanti bernama AO, masih berusia enam tahun turut menjadi sasaran korban kekejaman Agus Ratmono.
"Anaknya sempat lari ke luar, setelah mengetahui ibunya mengalami kejadian ini dengan tersangka Karena mengetahui, sehingga anak korban ikut menjadi korban kekerasan dengan cara dicekik dan kepala dan langsung dibawa ke kamar mandi, dimasukkan ke dalam ember berisi air hingga mengakibatkan meninggal," bebernya.
Setelah dilakukan proses otopsi, korban AO dimakamkan di TPU setempat.
Anak pertama Daryanti selamat dari kejadian ini. Sebab, posisinya sedang tidak dirumah.
"Kalau anak yang satunya itu sedang ngaji, diluar rumah," pungkasnya.
Hasil penyelidikan dan olab TKP, sepeda motor honda scoopy milik korban juga turut dibawa kabur pelaku Namun pada akhirnya, pelaku berhasil diringkus di rumah kerabatnya di Karangasem, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jumat (30/1/2026).
"Tersangka datang ke rumah korban dengan berpura-pura membayar hutang selanjutnya tersangka melakukan kekerasan terhadap korban D dengan cara menyayat leher korban dengan pisau cutter dan menusuk dengan gunting di area leher," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi