RADARSEMARANG.ID – Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk melanjutkan dialog militer tingkat tinggi setelah terhenti selama hampir empat tahun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan tiga pihak yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 5 Mei.
Baca Juga: Harga Emas Terkini 4 Februari 2026: Antam Dekati Rp3 Juta, Aset Safe Haven Jadi Sorotan
Militer AS menyatakan bahwa dialog militer langsung antara kedua negara sebelumnya ditangguhkan sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.
Dimulainya kembali komunikasi ini dinilai berpotensi membuka jalan bagi normalisasi terbatas hubungan antara Washington dan Moskow, terutama di bidang keamanan.
Dalam pernyataan resminya, militer AS menegaskan bahwa tujuan utama dari dimulainya kembali dialog tersebut adalah untuk mencegah kesalahan perhitungan dan menghindari eskalasi konflik.
“Mempertahankan dialog militer-ke-militer merupakan elemen penting bagi stabilitas dan perdamaian global, serta berkontribusi pada peningkatan transparansi dan de-eskalasi,” demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ini Syarat, Rute dan Ketentuan Lengkapnya
Pembicaraan di Abu Dhabi dihadiri oleh pejabat senior dari Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina. Delegasi AS dipimpin oleh Jenderal Christopher Grynkewich, Komandan Tertinggi Sekutu Eropa. Komando Sekutu Eropa militer AS menyebut pembahasan berlangsung produktif dan konstruktif, seiring upaya diplomatik yang dilakukan oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah serta Jared Kushner dalam mendorong perdamaian di Ukraina.
Baca Juga: Marak Penipuan Tilang ETLE Palsu, Begini Cara Cek yang Resmi
Sementara itu, Rusia dan Ukraina juga menggelar perundingan tingkat tinggi selama dua hari yang dimediasi oleh AS. Meski belum menghasilkan kemajuan signifikan terkait sengketa teritorial, kedua negara menyepakati pertukaran 314 tahanan, yang mulai diberlakukan pada hari yang sama.
Editor : Baskoro Septiadi