RADARSEMARANG.ID - Mengacu data di laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan pada Kamis (5/2/2026) tercatat mengalami penurunan cukup signifikan.
Berdasar data pembaruan terakhir pukul 08.41 WIB, harga emas berada di level Rp2.956.000 per gram, turun Rp17.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp2.973.000 per gram.
Penurunan harga emas ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih bergejolak. Sejumlah analis menilai koreksi harga dipicu oleh kombinasi beberapa faktor eksternal dan domestik.
Baca Juga: Hasil Kejuaraan Asia Beregu 2026: Kalahkan Hongkong 4-1, Tim Putri Indonesia Lolos Perempatfinal
Faktor Global Tekan Harga Emas
Analis pasar komoditas menyebut, salah satu penyebab utama melemahnya harga emas adalah menguatnya nilai dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global, sehingga minat beli cenderung menurun.
Selain itu, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) turut memengaruhi pergerakan harga.
Pelaku pasar masih menunggu sinyal lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga, sehingga sebagian investor memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah emas sempat berada di level tinggi.
“Ketika peluang penurunan suku bunga belum sepenuhnya pasti, emas cenderung terkoreksi karena investor beralih ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil,” ujar seorang analis pasar logam mulia.
Baca Juga: Menanti Aksi Megawati Hangestri Pertiwi di Proliga 2026 Seri Malang
Profit Taking dan Sentimen Pasar
Dari sisi teknikal, penurunan harga emas juga dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli harga yang cukup panjang sejak awal tahun 2026. Kondisi ini membuat pergerakan harga emas cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.
Meski demikian, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
Harga Perak Menguat
Berbeda dengan emas, harga perak justru mengalami kenaikan. Pada hari yang sama, harga perak tercatat Rp56.500 per gram, naik Rp100 dari harga sebelumnya Rp56.400 per gram.
Kenaikan harga perak dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan sektor industri, khususnya pada industri teknologi, elektronik, dan energi terbarukan yang masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Prospek ke Depan
Analis memprediksi harga emas masih akan bergerak sideways cenderung fluktuatif dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta pergerakan nilai tukar sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga emas dinilai masih menjadi peluang akumulasi, selama fundamental ekonomi global belum sepenuhnya stabil. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi