RADARSEMARANG.ID – Februari 2026 disebut-sebut sebagai salah satu bulan paling menguntungkan bagi para guru di Indonesia.
Baik guru ASN maupun PPPK merasakan lonjakan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Laporan dari sejumlah media nasional menyebutkan bahwa perubahan mekanisme pencairan tunjangan, khususnya Tunjangan Profesi Guru (TPG), menjadi faktor utama meningkatnya total penghasilan guru di awal tahun 2026.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya TPG dicairkan setiap tiga bulan sekali, mulai 2026 tunjangan tersebut dibayarkan secara rutin setiap bulan.
Kebijakan ini berdampak langsung pada stabilitas arus kas guru dan membuat pendapatan bulanan terasa jauh lebih besar.
Gaji Pokok Guru ASN Tetap Jadi Fondasi Utama
Meskipun ada perubahan pada mekanisme tunjangan, gaji pokok guru ASN tetap mengacu pada peraturan pemerintah terkait gaji PNS berdasarkan golongan dan masa kerja.
Gaji pokok ini menjadi dasar perhitungan hampir seluruh tunjangan lain, termasuk TPG dan sejumlah tunjangan tambahan.
Berikut estimasi gaji pokok guru ASN:
- Golongan II: sekitar Rp2,1 juta – Rp4,1 juta
- Golongan III: sekitar Rp2,7 juta – Rp5,1 juta
- Golongan IV: dapat mencapai di atas Rp5,5 juta
Meski nominal gaji pokok relatif stabil, perannya sangat krusial karena menjadi patokan utama dalam menentukan besaran tunjangan profesi dan penghasilan tambahan lainnya.
TPG Kini Cair Setiap Bulan, Guru Tak Perlu Menunggu Lama
Perubahan terbesar yang dirasakan guru pada 2026 adalah pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kini dilakukan setiap bulan.
TPG memiliki besaran setara dengan satu kali gaji pokok, sehingga nilainya sangat signifikan terhadap total pendapatan guru.
Secara umum, estimasi nilai TPG berada di kisaran:
- Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per bulan, tergantung golongan dan masa kerja.
Kebijakan ini dinilai sangat membantu guru dalam mengatur keuangan, karena tidak lagi harus menunggu pencairan besar setiap tiga bulan. Pendapatan bulanan menjadi lebih stabil dan terencana.
TPP Jadi Penentu Besarnya Tambahan Penghasilan
Selain gaji pokok dan TPG, guru ASN daerah juga menerima Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).
Besaran TPP sangat bergantung pada kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Tidak heran jika nominal TPP antar daerah bisa sangat berbeda.
Beberapa faktor penentu besaran TPP antara lain:
- kelas jabatan
- hasil penilaian kinerja
- kemampuan fiskal daerah
Secara umum, estimasi TPP guru berada di kisaran:
- Rp1 juta hingga Rp5 juta per bulan, bahkan bisa lebih besar di daerah dengan kapasitas anggaran tinggi.
Bagi guru yang bertugas di daerah dengan TPP besar, tunjangan ini menjadi salah satu penyumbang utama lonjakan pendapatan.
Tunjangan Tambahan Masih Tetap Mengalir
Selain tiga komponen utama tersebut, guru juga masih menerima berbagai tunjangan tambahan, antara lain:
- Tunjangan keluarga (istri/suami dan anak)
- Tunjangan pangan atau beras
- Tunjangan jabatan, khusus bagi guru yang mengemban tugas tambahan seperti kepala sekolah atau wakil kepala sekolah
Meski nilainya bervariasi dan tidak sebesar TPG atau TPP, akumulasi tunjangan ini tetap memberikan tambahan yang berarti terhadap total pendapatan bulanan guru.
Estimasi Total Pendapatan Guru Februari 2026
Berdasarkan perhitungan dari berbagai komponen penghasilan, estimasi total pendapatan guru ASN pada Februari 2026 adalah sebagai berikut:
- Minimal: Rp7 juta – Rp8 juta
- Rata-rata: Rp9 juta – Rp12 juta
- Potensi maksimal: mendekati atau bahkan menembus Rp13 juta
Pendapatan maksimal ini umumnya dinikmati oleh guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik, sehingga berhak menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara penuh setiap bulan.
Selain itu, guru yang bertugas di daerah dengan kebijakan TPP tinggi juga memperoleh tambahan penghasilan yang signifikan, seiring kemampuan fiskal pemerintah daerah masing-masing.
Faktor lain yang turut mendorong besarnya pendapatan adalah jabatan tambahan di sekolah, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, atau koordinator tertentu, yang disertai tunjangan jabatan.
Kombinasi dari ketiga unsur tersebut membuat total pendapatan guru pada Februari 2026 berpotensi mencapai angka tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Februari 2026 Jadi Bulan Paling Lengkap untuk Pendapatan Guru
Februari 2026 disebut sebagai bulan dengan pendapatan paling “lengkap” bagi guru karena gaji pokok, TPG bulanan, dan TPP cair hampir bersamaan.
Kebijakan pencairan TPG setiap bulan menjadi faktor kunci yang mendorong lonjakan penghasilan guru di awal tahun. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, kebijakan ini juga dinilai memperkuat stabilitas ekonomi guru di seluruh Indonesia.
Dengan pendapatan yang lebih stabil dan terprediksi, guru diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran tanpa dibebani kekhawatiran finansial.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi