Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Miliki Lahan dan Berdayakan Napi, Lapas Semarang Usul Jadi Dapur MBG

Ida Fadilah • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:29 WIB

 

 

Lapas Semarang memiliki lahan luas, usulkan jadi dapur MBG.
Lapas Semarang memiliki lahan luas, usulkan jadi dapur MBG.


RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang mengusulkan agar fasilitas yang dimilikinya dapat dimanfaatkan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

Kepala Lapas Semarang Ahmad Tohari menyampaikan, usulan tersebut didasarkan pada kesiapan sarana dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah tersedia di dalam lapas yakni para warga binaan atau narapidana.

Salah satu gedung yang dinilai sangat memungkinkan untuk dijadikan dapur MBG berada di area Bimbingan Kerja (Bimker).

“Setelah kami lihat dan ukur, gedung di Bimker itu memungkinkan untuk pembuatan SPPG. Luasnya kurang lebih sekitar 390 meter persegi,” ujarnya.

Gedung tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan produksi kursi sintetis. Namun, kegiatan itu saat ini tidak lagi berjalan optimal.

Menurutnya, produksi kursi sintetis sempat berjalan sekitar setengah tahun, tetapi kemudian terhenti akibat kebijakan ekspor yang berdampak pada rekanan usaha.

“Karena ada kebijakan tertentu, rekanan kewalahan sehingga produksi berhenti cukup lama. Nah, ke depan gedung itu akan kita manfaatkan untuk mendukung MBG,” jelasnya.

Usulan pembentukan SPPG tersebut telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak MBG pusat untuk penetapan titik SPPG di lapas.

Ia menegaskan, dari sisi tenaga kerja, lapas sangat siap. Dengan jumlah warga binaan yang mencapai sekitar 1.500 orang, kebutuhan tenaga seperti juru masak, pemotong bahan, hingga petugas pencuci peralatan dapur dapat dipenuhi dari dalam lapas.

“Tenaga kita siap, SDM-nya ada dan tidak ke mana-mana. Jadi dari sisi gedung siap, SDM juga siap,” tegasnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan tenaga khusus seperti ahli gizi, pihak lapas menyebut hal tersebut menjadi kewenangan penyelenggara MBG. Lapas akan berfokus pada penyediaan tenaga operasional dapur.

Terkait waktu operasional, pihaknya berharap dapur SPPG di lapas bisa segera direalisasikan. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pembukaan SPPG di wilayah tersebut belum dilakukan pada tahun ini.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa dibuka. Kalau sudah ada, kita bisa langsung bergerak lebih cepat,” pungkasnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lapas Semarang