Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:28 WIB

 

(kiri–kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, dan Direktur PT Bayan Resources Tbk Merlin saat peluncuran.
(kiri–kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, dan Direktur PT Bayan Resources Tbk Merlin saat peluncuran.

RADARSEMARANG.ID, Jakarta – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 resmi memasuki Seri 2. Pada seri ini, Bayan Peduli memberikan dukungan penuh dengan menghadirkan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru penyelenggaraan di Kalimantan. Penambahan tersebut membuat MLSC kini digelar di 12 kota di Indonesia.

Sebelumnya, turnamen sepak bola putri kelompok usia KU 8, KU 10, dan KU 12 ini telah bergulir di sejumlah daerah, dengan Semarang dan Tangerang menjadi kota pembuka. MLSC digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.

Jumlah peserta MLSC terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta. Angka itu naik signifikan pada Seri 2 2024 dengan 10.051 siswi berpartisipasi.

Sementara pada Seri 1 2025–2026, jumlah peserta melonjak menjadi 17.492 calon pesepakbola putri dari berbagai daerah di Tanah Air.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MLSC menjadi bukti komitmen penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri sejak usia dini. Menurutnya, kontinuitas turnamen merupakan kunci penting dalam proses pembinaan atlet.

“MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting agar atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius,” ujar Teddy. 

Ia menambahkan, masuknya Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa sekaligus merespons tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan.

Atmosfer positif yang tercipta pada Seri 1 diharapkan terus berlanjut, terlebih dengan bergabungnya mantan pelatih timnas Indonesia Jacksen Ferreira Tiago sebagai Head Coach MLSC bersama Timo Scheunemann.

“Kami melihat dampak MLSC tidak hanya pada peningkatan kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Sekolah dan SSB putri mulai bermunculan setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang kami harapkan,” lanjut Teddy.

Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife, Vanessa Ingrid Pamela, menegaskan dukungan terhadap MLSC merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga.

"MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi gerakan bersama. Dampaknya dirasakan atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB dan klub di berbagai daerah. Karena itu, kami terus menjaga konsistensi MLSC agar manfaatnya semakin meluas, termasuk dengan digelarnya seri ini di Samarinda dan Banjarmasin,” kata Vanessa.

Dukungan terhadap MLSC di Kalimantan juga datang dari Bayan Peduli, yang menilai program ini sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyebut MLSC sebagai ruang strategis untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia.

“Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah dan instansi terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan mendukung penuh MLSC di Samarinda dan Banjarmasin,” ujarnya.

Memasuki Seri 2 dan menjangkau wilayah baru, MLSC 2025–2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri nasional sekaligus membuka ruang pembinaan yang lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah. (fgr)

 

Data MilkLife Soccer Challenge 2025–2026

Kategori usia: KU 8, KU 10, KU 12

Format pertandingan:

KU 10 & KU 12: 7 vs 7

KU 8: Festival SenengSoccer

Tambahan program: Skill Challenge dan MilkLife Soccer Extra Training

Jumlah kota penyelenggaraan: 12 kota

Total peserta terakhir (Seri 1 2025–2026): 17.492 siswi

Penyelenggara: Bakti Olahraga Djarum Foundation & MilkLife

Pendukung Kalimantan: Bayan Peduli

 

Jadwal MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026

Semarang: 13–18 Januari 2026

Tangerang: 13–18 Januari 2026

Bandung: 27 Januari–1 Februari 2026

Yogyakarta: 27 Januari–1 Februari 2026

Solo: 10–15 Februari 2026

Jakarta: 10–15 Februari 2026

Samarinda: 23–26 April 2026 (by Bayan Peduli)

Bekasi: 28 April–3 Mei 2026

Banjarmasin: 30 April–3 Mei 2026 (by Bayan Peduli)

Kudus: 12–17 Mei 2026

Surabaya: 12–17 Mei 2026

Malang: 19–24 Mei 2026

 

MilkLife Soccer Challenge All-Stars

Format pertandingan: 9 vs 9

Waktu pelaksanaan: Juni 2026

Lokasi: Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah

Peserta: Talenta terbaik hasil kurasi dari 12 kota

Agenda: Pelatihan intensif MilkLife Soccer Extra Training dan perebutan podium juara.

Editor : Baskoro Septiadi
#bayan peduli #pembinaan atlet #seri 2 #Milklife Soccer Challenge