RADARSEMARANG.ID – Sejumlah daerah di Indonesia secara serempak melaporkan bahwa pencairan program bantuan sosial (bansos) tahap ke-empat telah mulai berjalan.
Terutama untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4, di mana jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) telah mulai menerima dana melalui saldo kartu KKS yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) (BRI).
Berdasarkan konfirmasi dari berbagai testimoni lapangan yang diterima sejak Selasa, 4 November 2025, banyak KPM melaporkan bahwa saldo senilai Rp 600.000 telah masuk ke dalam Kartu KKS,
bahkan beberapa wilayah melaporkan penerimaan gabungan hingga Rp 1,5 juta ketika BLT Kesra sebesar Rp 900 ribu turut dicairkan bersamaan.
Dari hasil konfirmasi, dana mulai masuk ke saldo KKS pada malam hari Senin tanggal 3 November 2025 sekitar pukul 21.00 WIB, dan sejak pagi Selasa 4 November 2025 sejumlah KPM sudah mengecek dan menemukan bahwa dana bansos tahap keempat telah tersedia.
Pencairan ini menjadi indikasi bahwa program BPNT Tahap 4, yang mencakup periode Oktober hingga Desember 2025, sedang memasuki fase penyaluran aktif.
Dari pantauan lapangan hingga selang hari ini, sejumlah wilayah telah melaporkan masuknya saldo bansos tahap ke-empat.
Antara lain:
Kabupaten Purbalingga,
Sukabumi,
Subang,
Tasikmalaya,
Cianjur,
Nganjuk,
Lebak,
Lombok Barat,
Kupang,
Katingan,
Manado,
Jeneponto,
Buol,
Palembang,
Bengkulu Selatan
Lampung Selatan
Lampung Tengah,
Bangka hingga Padang
Laporan terus bertambah hingga Selasa siang seiring dengan semakin banyaknya KPM yang melakukan pengecekan.
Sebagai contoh: di Kabupaten Purbalingga, seorang KPM pemegang KKS lama memastikan bahwa dana Rp 600 ribu telah masuk.
Di Sukabumi dan Tasikmalaya, sejumlah KPM menyebut bahwa mereka menerima total Rp 1,5 jutayaitu Rp 600 ribu dari BPNT Tahap 4 ditambah Rp 900 ribu dari program BLT Kesra.
Kondisi serupa juga muncul di wilayah Jawa Barat lainnya seperti Subang dan Cianjur, termasuk bagi pemegang KKS baru yang mengonfirmasi diterimanya saldo Rp 600 ribu.
Hingga berita ini diturunkan, pencairan yang telah terkonfirmasi baru melalui BRI sebagai bank penyalur yang paling awal bergerak. Belum ada laporan resmi bahwa bank-penyalur lainnya seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri (Persero) Tbk, atau Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah menyalurkan secara luas.
Meskipun demikian, pola penyaluran bansos ke depan diindikasikan akan mengikuti urutan teknis yang biasa berjalan: BRI dahulu, kemudian diikuti bank lainnya dalam 1–2 hari ke depan.
Hal ini sesuai dengan mekanisme yang telah berjalan pada penyaluran tahap-tahap sebelumnya.
Cara Pengecekan Saldo Bansos bagi KPM
Bagi para KPM yang menerima KKS (lama maupun baru), berikut langkah yang disarankan untuk memastikan dana masuk atau belum:
Gesek kartu KKS di e-Warong resmi sebagai tanda saldo aktif.
Cek saldo melalui ATM BRI.
Cek ke agen BRILink terdekat.
Penting untuk dicatat: KPM tidak disarankan melakukan transaksi di tempat yang belum ditetapkan oleh pemerintah atau e-Warong tidak resmi, guna menghindari potongan liar atau praktik tidak sah.
Karena penyaluran tidak dilakukan secara simultan di seluruh wilayah, KPM yang hingga saat ini belum menerima dana tidak perlu panik.
Penyaluran dilakukan secara bertahap wilayah demi wilayah. KPM disarankan untuk rutin memantau kanal resmi, seperti situs atau aplikasi
Aplikasi Cek Bansos dan laman https://cekbansos.kemensos.go.id yang dikelola oleh Kemensos.
Melalui kanal tersebut, KPM dapat mengecek status penerima, jenis bantuan (misalnya BPNT, PKH, BLT Kesra), bank penyalur, dan periode bantuan.
Sebagai contoh, program BPNT Tahap 4 tahun 2025 resmi mencakup periode Oktober–Desember, dengan nominal Rp 200 ribu per bulan atau total Rp 600 ribu untuk tiga bulan sekaligus.
Penyaluran Tahap 4 tahun 2025 dari program-program bansos seperti BPNT dan BLT Kesra datang di saat kondisi ekonomi masih menantang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan cairnya bantuan ini, diharapkan beban kebutuhan pokok seperti pangan dapat terbantu secara signifikan.
Program BPNT yang disalurkan melalui KKS memberikan fleksibilitas kepada keluarga penerima untuk membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.
Sementara itu, kombinasi dengan program lain seperti BLT Kesra yang dicairkan bersamaan menambah manfaat bagi KPM yang berhak.
Pencairan program BPNT Tahap 4 telah mulai berjalan secara nyata sejak awal November 2025.
Banyak KPM telah menerima saldo melalui KKS bank BRI, dengan nominal Rp 600 ribu atau bahkan gabungan hingga Rp 1,5 juta
ketika disertai program lain. Bank-penyalur lainnya masih dalam proses penyaluran secara bertahap.
KPM disarankan agar segera melakukan pengecekan secara mandiri melalui e-Warong, ATM, agen BRILink, atau aplikasi/situs resmi
Kemensos agar dapat memastikan bahwa bantuan sosial yang diperuntukkan bagi keluarga mereka benar-benar telah cair.
Meski belum semua wilayah mendapat pencairan secara serentak, tanda-tanda kuat menunjukkan bahwa Tahap 4 telah berjalan dan bakal meluas dalam waktu dekat.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi