RADARSEMARANG.ID – Program bantuan sosial (bansos) reguler 2025 kembali menjadi perhatian publik setelah Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai penyaluran BPNT dan PKH tahap 4,
disertai tambahan Penebalan Sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.
Momentum ini terekam dalam video kanal YouTube Info Bansos yang tayang pada 24 Oktober 2025, menampilkan secara langsung proses pencairan di Kabupaten Bogor yang dipantau oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Dalam kunjungannya ke Kantor Kecamatan Cibinong, Gus Ipul memastikan bahwa penyaluran bansos tahap 4 berjalan transparan dan tepat sasaran.
Ia menyebutkan bahwa penerima bantuan difokuskan kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4, yaitu kelompok ekonomi dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Program ini mencakup tiga komponen besar:
BPNT tahap 4, PKH tahap 4, dan Penebalan Sembako yang menjadi tambahan khusus untuk memperkuat daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Hingga 24 Oktober 2025, tercatat lebih dari 4 juta penerima di seluruh Indonesia telah menerima bansos reguler.
Dalam video yang sama, dijelaskan pula rincian nominal bantuan yang diterima masyarakat:
Penebalan Sembako senilai Rp900.000 per KPM (dicairkan sekaligus untuk tiga bulan),
BPNT Tahap 4 dengan total nilai hingga Rp1,5 juta per keluarga,
PKH Tahap 4 yang dapat mencapai Rp2,8 juta tergantung kategori penerima
mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Untuk mempercepat proses pencairan, Kemensos menggunakan dua jalur utama.
Pertama, Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) menyalurkan dana langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tanpa potongan biaya.
Kedua, PT Pos Indonesia bertugas menyalurkan bantuan kepada penerima yang belum memiliki rekening, baik melalui pengantaran ke rumah khusus lansia dan disabilitas
datang langsung ke kantor pos, maupun pembagian kolektif di kelurahan dan kecamatan.
Di Kabupaten Bogor sendiri, skala penyaluran bantuan tergolong besar.
Berdasarkan data Kemensos, 8.519 KPM di Kecamatan Cibinong telah menerima bansos tahap 3 senilai Rp5,111 miliar,
sementara tahap 4 mencakup 8.977 KPM dengan total Rp5,316 miliar. Secara keseluruhan, 307.909 KPM di Kabupaten Bogor menerima bantuan sembako triwulan 3 senilai Rp181,745 miliar,
sedangkan 252.539 KPM menerima tahap 4 senilai Rp152,340 miliar.
Adapun untuk PKH triwulan 3, distribusi mencapai 166.700 KPM dengan total Rp113,841 miliar, sementara penyaluran tahap 4 masih terus berjalan.
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan pentingnya dua hal bagi seluruh penerima bantuan sosial,pertama, memastikan bantuan tepat sasaran, dan kedua, menggunakan dana sesuai peruntukannya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahgunakan dana bansos, khususnya untuk aktivitas negatif seperti game online ilegal yang kini menjadi sorotan nasional.
Menurut laporan PPATK, Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima bansos yang terindikasi
bermain game online terlarang tertinggi di Indonesia, mencapai 6.000 orang dari 600.000 kasus nasional.
Kemensos berjanji akan terus memperkuat pengawasan dan pemutakhiran data penerima agar program bansos tetap berjalan adil, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat miskin.
Sementara itu, penyaluran di wilayah Bogor diproyeksikan akan rampung dalam waktu dekat sebelum diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Dengan penyaluran bansos tahap 4 ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat meningkat menjelang akhir tahun, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan inflasi.
Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Sosial dan kanal Info Bansos agar tidak tertipu oleh kabar hoaks atau penipuan yang mengatasnamakan pencairan bantuan sosial.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi