Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Refleksi Hari Santri, Santri Sudah Berdiaspora, Tapi Tetap Kedepankan Akhlakul Karimah

Ida Nor Layla • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:59 WIB
UPACARA HARI SANTRI : Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin memimpin upacara perayaan satu dasawarsa Hari Santri di Halaman kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.
UPACARA HARI SANTRI : Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin memimpin upacara perayaan satu dasawarsa Hari Santri di Halaman kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebanyakan non santri menganggap aktivitas personal santri hanya istighotsah, ngaji, dan tidak modern.

Padahal santri saat ini sudah berdiaspora, mengikuti perkembangan zaman, mengawal peradaban, namun tetap mengedepankan akhlakul karimah. Tapi hal itu jarang diekspose.

Hal itu yang disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) KH Abdul Ghaffar Rozin di sela perayaan satu dasawarsa Hari Santri di Halaman kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.

Dalam perayaan Hari Santri kali ini, melibatkan ratusan siswa siswi SMKN 5 Kota Semarang yang lokasi sekolahnya berada tepat di depan kantor PWNU Jateng.

Bahkan, petugas upacara kali ini, dihandle semua oleh siswa-siswi SMKN 5 Kota Semarang. Hadir pula, Wakil Rois Khatib, pengurus PWNU Jateng, badan otonomi (Banom), pimpinan lembaga, maupun organisasi politik dan non politik.

Gus Rozin –sapaan akrab ketua PWNU Jateng – di Jateng total ada 4400 pesantren di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Jateng. Namun tantangan santri ini banyak, baik internal maupun eksternal.

“Karena itu, banyak yang tak kenal pesantren dan santri nya, menyalahpahami pesantren. Karena itu, perlu diangkat dan didakwahkan keluar seluruh kegiatan pesantren,” katanya.

Meski santri didera isu yang disampaikan Trans TV baru-baru ini, santri tetap samian wa thoatan (patuh dan taat) kepada kiai.

ISTIGHOTSAH : Para kiai NU Jateng melanjutkan perayaan Hari Santri dengan melakukan doa bersama di Halaman kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.
ISTIGHOTSAH : Para kiai NU Jateng melanjutkan perayaan Hari Santri dengan melakukan doa bersama di Halaman kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Rabu 22 Oktober 2025.

Menurutnya, isu yang berkembang akhir-akhir ini merupakan bagian dari tantangan untuk mengekspose kegiatan santri secara lebih terbuka. Sejauh ini, santri telah melakukan inovasi dan adopsi hal baru yang bermanfaat untuk pendidikan dan masa depan santri. Bahkan para santri juga diberikan pemahaman mengenai anti kekerasan atau bullying.

“Santri para pendahulu kami, bisa berbagai bahasa asing. Baik Arab, Inggris, Mandarin, maupun bahasa lainnya. Karena itulah, PWNU Jateng juga melalui lembaga RMI NU Jateng, kami mendorong santri untuk mendalami bahasa Mandarin atau Tiongkok,” ujarnya.

Perlu dketahui, hari santri pertama dicanangkan pada tahun 2016. Pada satu dasawarsa Hari Santri kali ini, memang perlu dilakukan perenungan atau refleksi, tentang prestasi apa yang telah bisa diberikan kepada para muasis (Pendiri) NU, kepada bangsa dan negara Indonesia.

Sebab Hari Santri adalah bagian dari mempringati resolusi jihad 22 Oktober 1945. Adanya resolusi jihad tersebut, menyuntikkan semangat mempertahankan kemerdekaan pada peperangan 10 November 1945 di Surabaya.

“Ini bukan klaim santri, tapi ini disampaikan Panglima TNI pada Hari Santri tahun 2016. Ini artinya, peran santri sangat besar dalam memprtahankan kemerdekaan negara Indonesia,” tandasnya.

Kita perlu membuat konsensus baru bahwa santri menjadikan bangsa Indonesia ini berperadaban dan berbudaya tinggi.

“Mari jawab tantangan zaman dengan prestasi dan akhlakul karimah,” tandasnya.

Peringatan upcara Hari Santri dilanjutkan dengan Istighotsah atau doa bersama dipimpinan oleh KH Abdul Hamid dari Boyolali dan maudhah hasanah oleh KH Sofwan Fauzi.

“Setiap istighotsah, Allah SWT menurunkan malaikatnya silih berganti untuk mengaminkan dan menyampaikan doa kita kepada Allah SWT,” kata KH Sofwan. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Ketua PWNU Jateng #Hari Santri 2025 #pwnu jateng