Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

8 Fakta Demo di Jakarta yang Menewaskan Abang Ojol karena Dilindas Rantis Brimob

Sulistiono • Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:04 WIB
Tangkapa layar video yang beredar di medsos, Rantis Brimob melindas driver ojol dalam bentrokan antara Polisi dan massa.
Tangkapa layar video yang beredar di medsos, Rantis Brimob melindas driver ojol dalam bentrokan antara Polisi dan massa.

RADARSEMARANG.ID - Aksi unjuk rasa yang di gelar berbagai elemen masyarakat di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak kamis pagi hingga malam hari (28/8/25) berakhir dengan kerusuhan. Ribuan massa terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian di berbagai lokasi di kota Jakarta. 

Bentrokan antara massa dengan Polisi sudah mulai pecah sejak siang hingga malam hari, suasana kota Jakarta semakin mencekam tadi malam, karena semakin malam intensitas bentrokan semakin tinggi. 

Massa semakin panas, setelah mendengar kabar seorang driver ojek online (ojol) tewas di lindas kendaraan taktir (Rantis) Brimob yang berusaha membubarkan massa. 

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial terlihat, Rantis lapis baja itu tampak melaju kencang membelah kerumunan massa, seorang driver ojol yang memakai jaket hijau tak sempat menghindar dan langsung terlindas ban Rantis yang berukuran besar. 

Massa yang mencoba menghentikan rantis itu gagal, karena kendaraan anti huru hara Polri itu tepa melaju di tengah kerumunan massa yang mencoba menghentikannya. 

Belakangan di ketahui driver ojol yang terlindas Rantis Brimob bernama Affan Kurniawan yang memang berprofesi sebagai driver ojol. 

Tindakan represif Brimob itu memicu aksi yang lebih luas dari massa di Jakarta, kerusuhan pecah di beberapa tempat di sertai pembakaran dan pengrusakan. Dan berikut beberapa fakta kasus kerusuhan di Jakarta. 

1. Demo Awalnya di Depan DPR RI

Semula massa yang menggelar demo berasal dari elemen buruh dan masyarakat menggelar demo di depan gedung DPR RI. Namun, setelah massa buruh menyelesaikan aksi demo, massa justru semakin besar. 

Massa yang berusaha mendekati gedung DPR di cegah aparat Kepolisian, hingga memicu kemarahan massa. Bentrokanpun pecah antara massa dengan pasukan huru hara Polri. 

2. Jam Aspirasi di Lewati, Massa Bertahan di Jalan 

Sesuai aturan aksi penyampaian pendapat di muka umum di batasi hanya sampai pukul 18.00 WIB.

Namun, bukannya membubarkan diri, semakin malam massa semakin bertambah banyak dan terkonsetrasi di beberapa titik di kota Jakarta. 

Intensitas bentrokan antara massa dan aparat Kepolisian semakin meningkat. Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. 

3. Driver Ojol di Lindas Hingga Tewas

Kemarahan massa semakin meningkat, setelah mobil Rantis Polri melindas seorang driver ojol. Belakangan di ketahui abang ojol meninggal dunia karena luka serius yang di deritanya akibat terlindas Rantis. 

Korban Affan Kurniawan menghembuskan nafas terakhir setelah sempat di rawat di RSCM, Jakarta.

Affan menjadi martir dalam aksi demo sebagai bentuk keprihatinan masyarakat atas perilaku Pemerintah dan DPR yang di nilai tidak memiliki empati atas penderitaan rakyat. 

4. Kapolri Kunjungi Korban di RSCM dan Minta Maaf 

Pasca kejadian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pimpinan Polri langsung mengunjungi RSCM tempat korban Affan sempat di rawat. Kapolri menyampaikan duka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban. 

5. Kapolri Janji Tindak Tegas Anggotanya

Usai menjenguk korban Affan Kurniawan dan meminta maaf kepada keluarga korban, Kapolri berjanji akan menindak tegas anggotanya yang terlibat insiden itu. Dia membenarkan Rantis yang melindas korban Affan adalah kendaraan taktis milik Brimob Polri. 

6. 7 Anggota Brimob di Periksa

Pasca insiden di lindasnya driver ojol hingga meninggal dunia di Jalan Pejompongan, Jakarta, pimpina Polri dalam hal ini Divpropam Polri bergerak cepat dengan mengamankan 7 orang anggota Brimob yang saat itu ada di dalam Rantis. 

Ke tujuh anggota Brimob itu satu diantaranya berpangkat Perwira Menengah yakni Komisaris Polisi (Kompol). 

7. Markas Brimob Dikepung massa 

Setelah insiden di lindasnya pendemo oleh Rantis Brimob, massa yang melakukan pengejaran terhadap mobil rantis tersebut dan berusaha menghentikannya. 

Tak hanya melakukan pengejaran, massa kemudian melakukan pengepungan terhadap markas Brimob Polda Metro Jaya yang berada di kawasan Kwitang.

Jakarta. Lagi-lagi massa terlibat bentrok dengan anggota Brimob yang berusaha membubarkan aksi di depan markas mereka. 

8. Pos Polisi dan Mobil di Bakar

Massa yang di pukul mundur dari depan markas Brimob Polda Metro Jaya, melampiaskan kemarahan dengan membakar Pos Polisi dan beberapa mobil yang terparkir tak jauh dari markas Brimob. 

 

Itulah beberapa fakta di balik aksi demo Jakarta yang menewaskan seorang driver ojol di Jakarta, Kamis (28/8/25)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kapolri Listyo Sgit Prabowo #Driver Ojol Tewas #ojol #rusuh #rantis #rantis brimob lindas ojol #brimob #Demo