Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pangeran Al Waleed 'Sleeping Prince' Arab Saudi Dikabarkan Meninggal Dunia Setelah Koma Selama 20 Tahun

Alwi Al Affan • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:54 WIB
Pangeran Al Waleed
Pangeran Al Waleed

RADARSEMARANG.ID - Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal sebagai "Pangeran Tidur" di berbagai wilayah Arab Saudi serta dunia Arab, meninggal pada usia 35 tahun.

Menurut berita dari Times of India pada hari Ahad (20/7/2025), pelaksanaan sholat jenazah akan digelar di Riyadh, diiringi dengan masa berkabung yang berlangsung selama tiga hari oleh keluarga dan anggota komunitas kerajaan.

Perubahan status wafat Pangeran Al-Waleed diumumkan oleh Kerajaan melalui Saudi Press Agency (SPA), yang menandai berakhirnya chapter emosional yang panjang dalam kisah keluarga kerajaan Saudi.

Pangeran Al-Waleed dilahirkan pada bulan April tahun 1990. Ia merupakan seorang kadet militer yang tengah belajar di London, mempersiapkan masa depan dalam dinas.

Namun, pada tahun 2005, kehidupannya mengalami perubahan besar dan tragis saat mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan pendarahan otak yang parah serta cedera internal.

Setelah kecelakaan, Pangeran Al-Waleed dipulangkan ke Arab Saudi dan dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh, tempat ia mendapatkan perawatan medis.

Meskipun berbagai usaha telah dilakukan oleh para ahli dari Amerika dan Spanyol, termasuk konsultasi mendalam dengan neurologis dan spesialis perawatan intensif, ia tidak pernah sepenuhnya sadar.

Selama bertahun-tahun, Pangeran Al-Waleed tetap dalam keadaan koma dengan respons minimal, kadang-kadang memperlihatkan gerakan tak sengaja yang menandakan tanda kecil kesadarannya.

Dalam keadaan tersebut, ia selalu bergantung pada ventilator, dan fungsi vitalnya didukung sepanjang waktu.

Anggota keluarga dan pengunjung, termasuk pemuka agama, sering berkumpul untuk membacakan ayat-ayat Alquran, berharap keajaiban akan terjadi.

Video yang menunjukkan reaksi halus Pangeran Al-Waleed terhadap bacaan Alquran sering kali dibagikan di dunia maya dan menjadi viral, mencerminkan harapan yang abadi serta kemungkinan adanya campur tangan dari Yang Maha Kuasa.

Selama dua dekade, ayah Pangeran Al-Waleed, Pangeran Khaled bin Talal, tetap yakin bahwa putranya akan sembuh.

Ayahnya terus menolak untuk menghentikan alat bantu hidup meskipun kemungkinan kesembuhannya sangat kecil dan berdasarkan saran medis.

Saat sholat malam di bulan Ramadhan atau saat perayaan Idul Fitri, Pangeran Khaled terlihat berdoa dengan penuh emosi, memohon kepada Allah SWT untuk kesembuhan putranya.

Selama bertahun-tahun, ia memanfaatkan platform media sosial, terutama di X untuk memberikan informasi terkini, menyampaikan doa, dan mengajak orang lain untuk bersatu dalam iman dan dukungan.

Bahkan sebelum kepergian putranya, Pangeran Khaled telah membagikan doa tulus untuk kesembuhannya. Pada hari Sabtu (19/7/2025), ia mengonfirmasi bahwa putranya telah meninggal.

"Dengan keyakinan yang mendalam terhadap ketentuan dan takdir Allah, serta dengan kesedihan yang mendalam, kami berduka atas kehilangan putra kami tercinta Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Allah memberinya rahmat, yang berpulang ke rahmat-Nya hari ini," ujarnya.

Sholat jenazah untuk Pangeran Al-Waleed akan dilaksanakan pada hari ini, Ahad (20/7/2025), setelah Sholat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh. Acara belasungkawa terpisah untuk pria dan wanita juga telah diatur, berlangsung selama tiga hari, dari hari Ahad hingga Selasa.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan anggota keluarga kerajaan, sahabat, pejabat, dan banyak orang di seluruh Arab Saudi yang telah mengikuti perjalanan Pangeran Tidur dengan empati dan doa.

Editor : Baskoro Septiadi
#Arab Saudi #Sleeping Prince #pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal #Pangeran Tidur