RADARSEMARANG.ID - Baru yang diakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran.
Misalnya saja yaitu usaha sewa perkantoran untuk pura-pura bekerja.
Dengan layanan ini, para pengangguran bisa menyembunyikan fakta jika mereka tidak memiliki pekerjaan dari keluarganya.
Tingkat pengangguran perkotaan untuk pemuda berusia 16 hingga 24 tahun di China sudah mencapai 15,8%.
Tak sedikit orang yang merasa putus asa dan memilih untuk pura-pura bekerja di kantor fiktif agar dikira sukses.
Layanan sewa kantor untuk pura-pura bekerja pun bermunculan dengan harga sewa bervariasi.
Di provinsi Hubei, terdapat layanan sewa kantor yang mencakup ruang kantor dan makan siang seharga 30 yuan atau Rp 67.947 per hari.
Ada juga yang menawarkan biaya 50 yuan atau Rp 113.150 bagi mereka yang ingin berpose sebagai 'bos'.
Dengan duduk di kursi kulit dan mengambil foto untuk meyakinkan keluarga mereka.
Banyak perusahaan besar yang memberhentikan pekerja. Saya punya kantor kosong dan berpikir ini bisa memberi para pengangguran tempat untuk tinggal dan bersosialisasi," tulis salah satu netizen.
Layanan semacam ini kemudian marak digunakan oleh para pengangguran, seperti yang dilakukan Jiawei, mantan karyawan e-commerce dari Hangzhou yang setelah perusahaannya bangkrut.
Dirinya menghabiskan hari-harinya di kedai kopi untuk melamar pekerjaan dan mengirim resume.
"Pengangguran memang membuat stres, tetapi saya tidak ingin menularkan hal negatif itu kepada keluarga saya," katanya dalam sebuah wawancara.
Jiawei meninggalkan kedai kopi pada waktu sepulang kerja seperti biasanya, terkadang keluar larut malam untuk meniru kerja lembur.
Profesor pekerjaan sosial di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan, Zhang Yong, mengatakan fenomena usaha sewa kantor untuk pengangguran pura-pura kerja ini terutama muncul imbas banyaknya tekanan bagi para pekerja khususnya dewasa muda untuk sukses.
"Masyarakat memberi banyak tekanan pada orang untuk berhasil, dan orang dewasa muda terkadang menetapkan ekspektasi pekerjaan mereka terlalu tinggi.Kejutan tiba-tiba karena kehilangan pekerjaan dapat menyebabkan depresi," kata Profesor Zhang Yong tentang fenomena pengangguran sewa kantor untuk pura-pura bekerja.
Editor : Baskoro Septiadi