Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Usai fasilitas Nuklir di Bom oleh AS, Iran Nyatakan Perang Dimulai, Semua Warga Amerika Serikat di Timteng Jadi Target

Nayla Karima • Senin, 23 Juni 2025 | 12:37 WIB
Iran nyatakan bahwa perang telah resmi dimulai dan mengancam bahwa semua warga AS di kawasan Timteng menjadi target sah
Iran nyatakan bahwa perang telah resmi dimulai dan mengancam bahwa semua warga AS di kawasan Timteng menjadi target sah

RADARSEMARANG.ID - Peningkatan ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan udara pada Minggu (22/6/26) terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Trump menyatakan operasi tersebut sukses dan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran serta mencegah ancaman nuklir dari Iran.

 Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Telah Memilih Tiga Calon Pengganti Jika Dirinya Turut Jadi Korban

"Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran," kata Trump dalam sebuah unggahan di Twitter.

Dalam unggahannya itu juga Trump mengatakan, muatan penuh bom dijatuhkan di lokasi utama, Fordow. 

Semua pesawat dengan selamat dalam perjalanan pulang.

 Baca Juga: Iran Kritik Jerman Usai Sok Bela Israel

Trump memberi peringatan keras agar Iran memilih jalan damai, dan mengeklaim keberhasilan militer tersebut sebagai keberhasilan yang spektakuler.

"Selamat kepada Pejuang Amerika kita yang hebat. Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukan ini. Sekarang waktunya untuk perdamaian! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulisnya.

 Baca Juga: Semakin Memanas! Amerika Serikat Turut Serta Serang Iran Pada Hari ini

Sebaliknya, Iran menyatakan bahwa perang telah resmi dimulai dan mengancam bahwa semua warga AS di kawasan Timteng menjadi target sah.

Meskipun awalnya membantah klaim serangan, Iran kemudian mengonfirmasi bahwa ketiga fasilitas nuklir telah dikosongkan dan sebagian area di Fordow terkena serangan udara.

 Baca Juga: Presiden Rusia, Vladimir Putin Tegaskan Komitmen Kuat Negaranya Untuk Dukung Progam Nuklir Sipil Iran

Pejabat Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka tidak bisa dihentikan hanya oleh serangan militer.

Sebagai tanggapan langsung, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran menyatakan bahwa perang telah resmi dimulai.

Dalam pernyataan di media sosial, IRGC menulis, "Sekarang perang telah dimulai bagi kami."

 Baca Juga: Iran Tak Omong Doang! Janji Berikan Kejutan Diwujudkan dengan Meluncurnya Misil Khorramshahr-4

Seorang komentator di televisi nasional Iran menambahkan, "Setiap warga sipil atau personel militer Amerika di kawasan kini menjadi target yang sah,"

Ketegangan meningkat dan risiko perang terbuka antara Iran dan AS semakin nyata, dengan kekhawatiran akan aksi balasan dan dampak regional yang lebih luas.

Dunia menunggu respons resmi Iran dan kemungkinan langkah dari Dewan Keamanan PBB terkait eskalasi ini.

 Baca Juga: Serangan Israel Hantam Gedung Stasiun TV Pemerintah Iran Ketika Presenter Sedang Live

Awalnya, IRGC sempat membantah klaim serangan AS dengan mengatakan,

"Belum ada bukti yang dirilis sejauh ini untuk mengonfirmasi klaim Trump, dan menilai bahwa pernyataan Trump bisa jadi hanya pertunjukan media."

Namun beberapa jam kemudian, televisi nasional Iran mengonfirmasi bahwa ketiga fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan telah dikosongkan. 

 Baca Juga: Ngamuk di Medsos, Israel Sebut Warganya Jadi Sasaran Rezim Iran, Meminta Dunia Tidak Boleh Tinggal Diam

Sumber yang dikutip kantor berita Tasnim menyatakan bahwa sebagian area di fasilitas Fordow memang terkena serangan udara yang dilancarkan oleh musuh.

Seorang penasihat Ketua Parlemen Iran menjelaskan bahwa serangan terhadap Fordow sebenarnya telah diperkirakan dalam beberapa malam terakhir.

"Fasilitas Fordow telah lama dikosongkan. Serangan itu tidak menimbulkan kerusakan permanen yang berarti," katanya.

 Baca Juga: Antisipasi Adanya Perang Dunia ke 3, Amerika Serikat Tolak Ajakan Israel Untuk Bantu Perang Lawan Iran

Dalam pernyataan bernada simbolik, penasihat itu menegaskan,

"Ada dua hal yang pasti: pengetahuan tidak bisa dibom, dan si penjudi pasti akan kalah kali ini," tegasnya.

Ucapan tersebut mencerminkan keyakinan Iran bahwa program nuklir mereka tidak bisa dihentikan hanya dengan serangan militer.

 Baca Juga: Semakin Memanas! Amerika Serikat Turut Serta Serang Iran Pada Hari ini

Walau para pejabat Iran berupaya mengecilkan dampak serangan, deklarasi IRGC bahwa semua warga Amerika kini menjadi target menunjukkan peningkatan risiko terhadap kepentingan AS di seluruh kawasan. 

Ketegangan pun mencapai level yang belum terlihat sejak konflik militer sebelumnya di kawasan tersebut.

Editor : Baskoro Septiadi
#Serangan AS ke Iran #Balasan Rudal Iran ke Israel #situs nuklir utama Iran diserang AS #fasilitas utama nuklir Iran #perang Israel melawan Iran #AS Serang Iran #dampak perang iran israel amerika bagi indonesia #iran israel memanas WNI dipulangkan #Campur tangan AS dalam membantu serangan Israel terhadap Iran #Ancaman Nuklir Iran #AS Gempur Iran #WNI di iran dipulangkan besok