RADARSEMARANG.ID – Pada saat perayaan Idul Adha biasanya banyak yang terlalu berlebihan ketika mengkonsumsi daging kurban. Bahkan lebih meningkat dari biasanya.
Hal ini dimaklumi, sebab tidak semua masyarakat mampu membeli daging di hari biasanya. Namun perlu diingat, jika mengkonsumsi daging berlebih akan menimbulkan efek samping.
Seperti kita ketahui, daging merupakan hewan yang memiliki sumber protein yang tinggi. Protein ini sangat penting bagi tubuh manusia.
Peran dari protein ini diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh seperti penguatan otot, kulit dan organ.
Tak hanya itu saja, protein dari hewan tersebut juga bisa berkontribusi dalam memproduksi enzim, hormon dan antibodi.
Daging sapi sendiri mengandung zat besi heme yang mudah diserp oleh tubuh manusia berbanding terbalik dengan makanan yang berunsur nabati.
Selain itu, daging sapi juga merupakan sumber yang baik dari zinc, mineral yang memiliki peran dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan dan perkembangan, fungsi kekebalan tubuh, penyembuhan luka, serta metabolisme karbohidrat dan protein.
Kandungan vitamin B12 dalam daging sapi juga penting, karena berperan dalam produksi sel darah merah, fungsi saraf, dan metabolisme energi.
Vitamin B12 umumnya ditemukan dalam produk hewani seperti daging, ikan, susu, dan telur.
Maka, perlu diingat untuk daging sapi sendiri juga mengandung lemak termasuk lemak jenuh dan kolesterol.
Oleh karenanya, ketika di Idul Adha kali ini alangkah baik untuk bijak dalam mengkonsumsi daging sapi maupun kambing.
Ada beberapa hal, jika terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi daging sapi maupun kambing.
Pertama, kandungan dalam daging sapi sendiri terdapat lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dan berpotensi terkena penyakit jantung.
Kedua, jika tidak terkontrol dalam mengkonsumsi daging sapi akan berisiko terkena kankes usus besar, kanker perut serta kerongkongan.
Ketiga, dengan akan kaya kalori yang ada di daging sapi itu sendiri, jika di konsumsi terlalu berlebihan akan mengundang penambahan kalori dalam tubuh dan menyebabkan berat badan bertambah.
Risiko ini bisa mengingkatkan obesitas yang berlebih bila dikonsumsi secara berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhan energi dalam tubuh.
Keempat, tentu daging sapi sendiri memiliki serat yang tinggi jika tidak dimasak dengan benar. Selain risiko diatas ada pula risiko lainnya yakni seperti sembelit, gangguan pencernaan dan penyakit divertikular.
Kelima, tak cukup sampai disitu, mengkonsumsi daging berlebih pun dapat memperburuk kondisi imunitas tubuh seperti kembung, gas, sembelit bahkan diare.
Keenam, daging sapi juga tinggi protein yang bisa saja merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak urin dan menyebabkan dehidrasi.
Ketujuh, mengkonsumsi daging sapi berlebihan juga bisa membuat tubuh akan merasa berat dan menambah beban pada ginjal karena adanya proses pemecahan protein yang lebih tinggi dari biasanya.
Kedelapan, jika terlanjur mengkonsumsi daging sapi yang berlebihan alangkah baiknya untuk sering meminum air putih guna mengimbangi serat dan tidak terkena dehidrasi.
Baca Juga: Jangan Tergoda dengan Harga Murah, Kenali Ini Ciri-ciri Daging yang Layak Dikonsumsi
Kesembilan, perlu diingat dalam mengkonsumsi daging sapi proses pencernaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga mungkin otak tidak mendapat suplai energi yang cepat yang mengakibatkan penurunan konsentrasi.
Tentu dari kesembilan efek samping tersebut membuat lebih waspada akan mengkonsumsi daging agar tidak terlalu berlebihan.
Karena makan terlalu banyak daging juga bisa menimbulkan efek samping. Hal ini juga tergantung dengan kondisi tubuh.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi