RADARSEMARANG,ID- Pada tanggal 21 Mei 2025 kemarin, telah terjadi sebuah penyerangan terhadap sebuah acara komite bangsa Yahudi Washington D.C, Amerika Serikat.
Tepatnya di sebuah museum penghormatan terhadap bangsa Yahudi bernama Lillian & Albert Small Capital Jewish Museum yang berjarak hanya sekitar 2 kilometer dari Istana Presiden AS, White House.
Sebelumnya, memang di lokasi kejadian tengah diadakan acara yang berkaitan dengan budaya serta pertemuan "Young Diplomats Receptions".
Acara ini diketahui merupakan acara yang diselenggarakan oleh Komite Yahudi Amerika ( American Jewish Committe) sebagai bentuk persatuan umat dan perayaan budaya Yahudi.
Mereka bahkan menyatakan bahwa acara ini berfokus pada diplomasi dan pembahasan masalah kemanusiaan pada wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada jam 9 malam, serangan tiba-tiba terjadi memecah keheningan malam yang menyelimuti jalanan Washington DC.
Elias Rodriguez, seorang warga Chicago AS berusia 31 tahun telah mempersiapkan serangannya di luar Lillian & Albert Small Capital Jewish Museum.
Dengan bersenjatakan senapan tangan, Elias melepaskan tembakan kepada sekitar empat orang yang baru keluar dari museum, tempat acara berlangsung.
Elias menarik pelatuk senapannnya yang pada akhirnya mengakhiri hidup dua targetnya yakni Yaron Lischinsky and Sarah Milgrim, keduanya merupakan staff yang tergabung dalam Kedutaan Besar Israel.
Menurut kepolisian Distrik Colombia, Elias awalnya menembaki Yaron dan Sarah dengan cara langsung mengghabiskan beberapa peluru.
Sarah Milgrim diketahui sempat bertahan hidup dengan merangkak sebelum akhirnya ditembaki berondongan peluru yang mengakhiri hidupnya.
Setelah melakukan penembakan di luar gedung, Elias langsung masuk ke museum. Walaupun sempat dicurigai, namun tim security salah mengira bahwa ia bukanlah pelaku penembakan hingga ia diperbolehkan masuk.
Didalam ruangan museum, Elias mengakui diri sebagai pelaku penyerangan yang membunuh dua orang diluar gedung, serta akan menyerahkan diri ke polisi.
Sebelum ditangkap, Elias sempat mengibarkan kain scarf Keffiyeh khas Palestina sembari menyorakkan "Free Palestine, Free, Free Palestine" saat akan diamankan pihak berwajib.
Source: United States Attorney's Office District Colombia, American Jewish Committee, Young Diplomats Receptions
Editor : Tasropi