RADARSEMARANG - Pesinetron Atalarik Syach mengunggah video didatangi aparat yang akan mengeksekusi rumahnya di Cibinong, Bogor.
Atalarik pasang badan mencoba menghalau petugas yang akan mengeksekusi asuransinya.
"Saya lagi dizalimi. Saya berjuang untuk mempertahankan tanah saya dari tahun 2015. Tanah ini, wilayah ini dibeli dari tahun 2000," ucap Atalarik dalam video yang diedarkan ke publik.
Mantan suami Tsania Marwah itu menambahkan, pelestarian tanah kediamannya masih berjalan. Namun, eksekusi itu disebut tidak ada surat pemberitahuan.
"Singkat cerita, tidak ada pemberitaan kami ini binatang, tidak ada surat, sekarang eksekusi sudah sampai genting. Petugas ditanya namanya satu-satu gak ada yang jawab," ungkapnya.
"Saya yang orang kecil, cuma artis, dizalimi seperti ini. Padahal belum inkrah, masih ada gugatan, lagi dirapihin. Saya bukan penipu, bukan penjahat, mudah cari saya, tapi saya gak bisa ruang untuk itu," ujar aktor berusia 51 tahun itu.
"Kondisi rumah Diratakan oleh PN. Iya belum inkrah dari gugatan upaya hukum yang baru," kata Atalarik Syach melalui pesan singkat.
Atalarik Syach berusaha melakukan mediasi di lokasi. Namun, petugas tetap memindahkan bagian rumahnya.
"Kita mediasi di sini, tapi belakang bongkar-bongkar," tukasnya.
Baca Juga: Aldi Maldini Akhirnya Buka Suara, Beri Permintaan Maaf Terkait Dugaan Penipuan Terhadap Para Fansnya
Pada tahun 2016, Atalarik Syach mengakui sedang terlibat kasus penyelamatan tanah seluas 7.000 m2 atas rumah yang ditempati.
"Kebetulan rumah kami tinggal itu ternyata punya kasus. Saya menempati tempat itu sudah 15 tahun. Tiba-tiba ada yang mengganggu. Saya sudah bangun pagar dari tahun 2003. Kenapa gak dari dulu(dipermasalahkan)? Kalau itu emang barang berharga, pasti ada komplain," kata Atalarik dalam wawancara di studio Trans TV, Selasa (18/10/2016).
Atalarik merasa sudah melakukan proses jual beli tanah tersebut dengan benar. Kini, rumah tersebut dieksekusi.
Editor : Baskoro Septiadi