Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengabdi Lewat Pendidikan, Kiprah Siminto Bangun Sekolah Berkarakter dan Berprestasi

Khafifah Arini Putri • Senin, 12 Mei 2025 | 01:18 WIB
Fasilitator Porgram PINTAR Tanoto Foundation sekaligus Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto.
Fasilitator Porgram PINTAR Tanoto Foundation sekaligus Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nama Siminto sudah tak asing lagi di kalangan tenaga pendidik di Kota Semarang. Kiprahnya di dunia pendidikan patut diapresiasi.

Perjalanan karier Siminto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Semarang, menjadi bukti nyata seorang pendidik sejati. Berawal dari guru matematika, hingga kini ia menjadi kepala sekolah yang menginspirasi.

Berfokus pada pengembangan karakter peserta didik, ia telah membawa segudang prestasi bagi sekolah yang dipimpinnya.

Tak kalah penting, Siminto juga menjadi Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation. Ia tidak hanya berfokus pada pengembangan siswa dan sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga menularkan praktik baik kepada guru dan kepala sekolah lainnya.

Siminto memulai karier sebagai guru matematika di sekolah swasta pada tahun 1992. Lalu, pada tahun 1997, ia menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan ditempatkan di Rembang.

Satu tahun kemudian, Siminto kembali mendapat tugas di Kota Semarang; kala itu, ia menjadi guru di SMP Negeri 14 Semarang.

Setelah kurang lebih 12 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), Siminto mulai mendapat mandat untuk menjadi kepala sekolah pada tahun 2009 di SMP Negeri 41 Semarang.

Kiprahnya terus menanjak, ia mampu mengubah sekolah di pinggiran kota menjadi sekolah yang berprestasi. Siminto kemudian dipindahtugaskan ke SMP Negeri 39 Semarang pada tahun 2014.

“Saya prinsipnya, selama menjadi guru dan kepala sekolah, adalah mengantarkan anak untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Jadi, tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik, di mana karakter sangat diutamakan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menariknya, dalam waktu singkat, pria kelahiran Sragen ini mampu membawa SMP Negeri 39 Semarang meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, lalu maju ke tingkat provinsi dan nasional.

Selama empat tahun menjabat, ia juga berhasil meningkatkan peringkat sekolahnya dari posisi ke-26 menjadi ke-18 sebagai salah satu sekolah terbaik di Ibu Kota Jawa Tengah.

“Selama jadi kepala sekolah, yang utama kami tata adalah lingkungan yang kondusif, setelah itu fokus ke karakter anak,” imbuhnya.

Lagi-lagi, prinsipnya adalah membangun karakter anak yang baik sebelum mengejar prestasi akademik. Tahun 2018, saat memimpin SMP Negeri 2 Semarang yang juga menjadi sekolah favorit kala itu, Siminto kembali menorehkan prestasi gemilang. SMPN 2 Semarang berhasil meraih peringkat ke-14 secara nasional sebagai sekolah terbaik. Ditanya mengenai caranya dalam memimpin, Siminto mengaku bahwa yang dilakukannya adalah menekankan pembentukan karakter melalui kegiatan keagamaan dan memperkuat rasa nasionalisme.

“Karena ketika anak ini baik karakternya, mereka akan baik terhadap orang tua, pun juga kepada guru dan juga dengan sesamanya. Sehingga, saat proses belajar mengajar berlangsung, siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Dari sini, peringkat akademis pun meningkat. Dulu masih ada NIM, yang awalnya rata-rata nilai siswa 85, setelah penerapan cara ini, rata-ratanya meningkat menjadi 90,5,” bebernya.

Tak hanya fokus pada peserta didik, pengabdian dan pengalamannya juga ditularkan kepada guru dan kepala sekolah lainnya. Berkat kolaborasinya dengan Tanoto Foundation, ia pun aktif sebagai fasilitator. Kala itu, ia memperkenalkan pendekatan berpusat pada murid atau student well-being, agar siswa belajar dalam suasana bahagia, tidak tertekan, dan dapat mengeksplorasi potensi mereka secara maksimal.

“Belajar bisa di mana saja, mushola sekolah, halaman sekolah, di depan kelas, dan lainnya. Bebas. Guru sekarang perannya sebagai fasilitator,” katanya.

Sementara itu, saat memimpin SMP Negeri 1 Semarang, ia juga aktif membina siswa berkebutuhan khusus melalui program khusus setiap Jumat. Ia bekerja sama dengan alumni sekolah dan menghadirkan narasumber praktisi di bidang teknologi, literasi, hingga kewirausahaan. Siminto mengajarkan praktik baik dan keteladanan kepada peserta didik. Dalam pembelajaran matematika, ia juga menerapkan pendekatan kontekstual agar anak tidak takut dengan angka.

“Saya anggap murid sebagai sahabat, bukan objek. Kalau mereka senang dengan gurunya, pelajaran jadi menyenangkan. Matematika itu logika dasar dari semua ilmu,” tandasnya. (kap/web)

Editor : Baskoro Septiadi
#Peserta Didik #rasa nasionalisme #pendidik sejati #Pengembangan Karakter #praktik baik #Sekolah Adiwiyata #belajar mengajar #Program Pintar #sekolah swasta #KEPALA SEKOLAH #Guru Matematika #tanoto foundation