RADARSEMARANG.ID, Negara vatikan adalah negera terkecil di dunia. Pada tahun 2011, penduduknya hanya 500-an jiwa. Dikenal secara resmi sebagai Garda Swiss Kepausan, pasukan militer di Vatikan hanya memiliki 135 orang prajurit.
Penduduk Vatikan rata-rata mengonsumsi 54,26 liter anggur setiap tahun. Ini menjadikan Vatikan sebagai negara dengan tingkat konsumsi anggur per kapita tertinggi dunia.
Vatikan, negara terkecil di dunia dengan luas hanya sekitar 44 hektar, kembali menjadi sorotan global setelah terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.
Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan juga memiliki kewarganegaraan Peru.
Lahir di Chicago pada 14 September 1955, beliau dikenal karena dedikasinya dalam pelayanan pastoral dan misi sosial di Peru selama lebih dari dua dekade.
Pemilihan Paus Leo XIV pada 8 Mei 2025 menandai momen bersejarah, mengingat sebelumnya terdapat keraguan terhadap kemungkinan seorang warga negara Amerika Serikat menjadi Paus, mengingat dominasi geopolitik negara tersebut.
Namun, pengalaman luas dan pendekatan pastoralnya yang inklusif membuatnya diterima secara luas oleh para kardinal dalam konklaf.
Dalam pidato perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai dan persatuan, menekankan pentingnya Gereja yang setia pada Injil dan terbuka terhadap dialog.
Beliau juga menunjukkan komitmennya terhadap reformasi dengan melibatkan perempuan dalam posisi penting di Vatikan, seperti pada Dewan yang menyeleksi para uskup.
Baca Juga: Ternyata Ini Makna Asap Hitam dan Putih dalam Konklaf Pemilihan Paus
Nama "Leo XIV" yang dipilihnya merupakan penghormatan kepada Paus Leo XIII, yang dikenal karena ajarannya tentang keadilan sosial.
Ini mencerminkan fokus Paus Leo XIV pada isu-isu sosial dan keinginan untuk melanjutkan semangat reformasi yang dimulai oleh pendahulunya, Paus Fransiskus.
Dengan latar belakang sebagai anggota Ordo Agustinus dan pengalaman sebagai misionaris di Peru, Paus Leo XIV membawa perspektif yang unik dalam memimpin Gereja Katolik.
Kepemimpinannya diharapkan dapat menjembatani tradisi dan modernitas, serta memperkuat peran Vatikan sebagai pusat spiritual yang relevan di era kontemporer.
Sebagai negara mikro dengan pengaruh besar, Vatikan di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV menunjukkan bahwa ukuran geografis tidak membatasi dampak spiritual dan moral yang dapat diberikan kepada dunia.
Editor : Tasropi