Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Seorang Emak-emak Warga Aceh Desak Kapolri Tangkap Dedi Mulyadi, Begini Ceritanya

Sulistiono • Rabu, 7 Mei 2025 | 16:55 WIB
Gubenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang
Gubenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang

RADARSEMARANG.ID - Sebuah video singkat yang menampilkan seorang emak-emak meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi viral di media sosial dan ramai menjadi bahan perbincangan. 

Lalu bagaimana ceritanya, sampai seorang emak-emak yang bukan warga Jawa Barat dan tidak memiliki kaitan sebagai warganya Dedi Mulyadi, mendesak Kapolri untuk menangkap Demul dan bahkan meminta agar Demul di bawa ke Aceh?.

Dari unggahan yang di bagikan di Instagram lewat akun @ismail.ismawati itu menampilkan seorang emak-emak yang berasal dari Provinsi Aceh Nanggroe Darusalam mengaku kebijakan Dedi Mulyadi "meresahkan"seluruh warga Indonesia termasuk dirinya.

Eits tapi tunggu dulu, emak-emak itu mengatakan "keresahan" dirinya karena menilai kebijakan-kebijakan yang di buat Dedi Mulyadi membuat dirinya dan masyarakat di luar Jawa Barat cemburu. 

"Ini makhluk satu yang sudah sangat meresahkan seluruh Indonesia, mohon ditangkap dan di bawa ke Aceh, kami mau orang ini di Aceh" tutur emak-emak itu dengan nada bercanda tapi terselip rasa penuh harap. 

Meski dengan nada sedikit keras dan ada candaan, emak-emak yang belum diketahui namanya itu memuji berbagai gebrakan yang dilakukan Dedi Mulyadi setelah menjabat Gubernur Jawa Barat, salah satunya memasukkan anak-anak bermasalah ke barak militer. 

"Gila tuh bapak, kami emak-emak senang, yang suka bolos sekolah, yang suka membangkang sama orang tua, di masukkan ke barak militer. Ini kebijakan yang kami tunggu-tunggu!"imbuh sang emak-emak. 

Program itu dinilainya efektif mengatasi persoalan anak-anak yang terlibat tawuran, narkoba, balap liar dan bentuk kenakalan remaja lainnya. 

"Kang Dedi keren, kami di Aceh butuh orang kayak bapak, ayo pak sesekali ke Aceh, ayo pak Kapori ditangkap di bawa ke Aceh"candanya. 

Kebijakan Dedi Mulyadi yang memasukkan anak-anak nakal atau bermasalah ke barak militer Rindam III/Siliwangi untuk mendapat pembinaan dan mengembalikan akhlak serta kepribadian mereka sempat menuai pro kontra.

Tapi tak sedikit yang mendukung gebrakan Gubernur Jawa Barat itu, sebagai langkah yang tepat dalam mengatasi persoalan kenakalan remaja yang akhir-akhir ini di nilai sudah cukup meresahkan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, melawan orang tua hingga kecanduan game. 

"Kebijaka ini kami lakukan, karena kami melihat orang tua, guru dan sekolah sudah tidak sanggup lagi mengatasi kenakalan anak-anak dan siswa mereka, sehingga kami merasa perlu turun tangan untuk membantu para orang tua, guru dan sekolah yang sudah menyerah dalam mendidik mereka" beber Dedi Mulyadi saat memberikan penjelasan terkait kebijakannya memasukan anak-anak bermasalah ke barak militer. 

Saat ini, puluhan anak-anak bermasalah atau nakal itu tengah di gembleng di pusat pendidikan militer Rindam III/Siliwangi,sejak pekan lalu. Mereka bukan di didik untuk menjadi anggota militer namun dibentuk kepribadiannya. 

Selama enam bulan ke depan, mereka akan di jauhkan dari handphone, pergaulan kelompoknya bahkan dari orang tuanya. 

Tak hanya memasukkan anak-anak nakal ke barak militer, kebijakan Dedi Mulyadi di bidang pendidikan yang menuai banyak respon dari masyarakat tak hanya warga Jawa Barat adalah melarang study tour dan wisuda sekolah untuk tingkat TK,SD,SMP dan SMA.

"Saya larang acara wisuda TK,SD,SMP dan SMA karena tidak relevansinya dengan pendidikan mereka, selain itu juga memberatkan orang tua siswa" tegas Demul. 

Dedi Mulyadi juga melarang siswa membawa HP ke sekolah dan menghimbau mereka untuk berangka sekolah berjalan kaki serta melarang siswa yang belum cukup umur untuk membawa kendaraan.

"Kalau masih bisa di jangkau jalan kaki ya jalan kaki saja, udara pagi masih segar, yang belum cukup umur jangan bawa motor karena aturannya sudah jelas"tandas Dedi Mulyadi. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#tangkap #gubernur jawa barat dedi mulyadi #Rindam III Siliwangi #remaja nakal #barak militer #Kapolri #anak anak #dedi mulyadi #emak-emak