RADARSEMARANG.ID, Semarang- Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang untuk menjaga stabilisasi sosial di Ibu Kota Jawa Tengah. Salah satunya mengoptimalkan peran organisasi masyarakat (ormas).
Namun kali ini pendekatan yang dilakukan Badan Kesbangpol Kota Semarang cukup unik.
Jika biasanya konsolidasi dilakukan secara formal dan di gedung atau ruang pertemuan resmi, kini lebih santai dan cair.
Seperti yang dilakukan pada Rabu (30/4) lalu. Kesbangpol menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) di Klarisan Coffee and Eatery, Jalan Kyai Saleh.
“Konsolidasi sambil ngopi bareng saya rasa ini akan lebih gayeng dan santai, namun tidak meninggalkan substansi dalam mengoptimalkan peran ormas untuk mendukung pembangunan di Kota Semarang,” terang Plt Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Agus Joko Triyono.
Agus Joko Triyono menyampaikan apresiasi atas kehadiran FKSB dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya peran FKSB sebagai wadah berhimpunnya ormas dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas sosial di Kota Semarang.
"Peran FKSB sangat penting dengan pemerintah melalui Badan Kesbangpol Kota Semarang. Sebagai wadah berkumpulnya ormas-ormas se-Kota Semarang juga memudahkan untuk memonitoring pembinaan serta berkegiatan demi pembangunan Kota Semarang," jelasnya.
Sementara itu, Ketua FKSB Kota Semarang, AM Juma’i, menekankan bahwa FKSB memiliki peran strategis dalam pemerintahan di Kota Semarang. Di antaranya dalam pembinaan dan pemberdayaan ormas.
Juma’i pun menyinggung pentingnya regulasi yang jelas dalam distribusi dana hibah, serta transparansi terhadap semua pihak.
“Akhir-akhir ini muncul banyak isu terkait dana hibah yang diterima oleh ormas tertentu, masih ada ormas yang belum sekali mendapatkan dana hibah," beber Jumai.
Pihaknya menginformasikan bahwa Musyawarah Kota FKSB direncanakan akan dilaksanakan pada November 2026 untuk memilih kepengurusan baru.
Di tengah efisiensi anggaran ini, pihaknya meminta agar kegiatan ormas tetap bisa terealisasi.
"Banyak kegiatan kegiatan ormas yang diefisiensi tahun ini. Mohon agar bisa terealisasi," pintanya.
Menyikapi hal tersebut, Agus JT-sapaan akrabnya-, meski tahun 2025 ini terjadi banyak efisiensi anggaran, pihaknya berharap kegiatan ormas tetap berjalan.
"Usulan dari bapak ibu akan kami konsultasikan terlebih dahulu semoga di anggaran perubahan dapat terealisasikan," harapnya.
Sementara itu, Kabid Eksosbudag dan Ormas, Agung Nurul Falaq menambahkan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antara jajaran Kesbangpol dan FKSB. (kap/zal)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan