Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Di Hari Buruh, Prabowo Nyatakan Dukung Menjadikan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional

Aby Genta Putra Prasetya • Kamis, 1 Mei 2025 | 21:32 WIB
Potret: Marsinah, Tokoh Wanita Penggerak Perjuangan Buruh di Indonesia
Potret: Marsinah, Tokoh Wanita Penggerak Perjuangan Buruh di Indonesia

RADARSEMARANG.ID - Memperingati Hari Buruh atau Mayday yang dirayakan secara internasional pada setiap tanggal 1 Mei.

Presiden Prabowo Subianto diketahui melakukan gebrakan dengan akan menjadikan Marsinah, salah satu tokoh buruh nasional menjadi pahlawan nasional.

Usulan ini dinyatakannya pada hari ini (1/5) di hadapan para buruh yang ada di acara Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat.

Ia menyatakan bahwa langkahnya ini merupakan keinginan dan masukan dari kelompok buruh yang menginginkan hal tersebut.

Awalnya, para buruh ini menanyakan perihal kenapa tidak adanya pahlawan nasional di Indonesia yang berlatar belakang sebagai buruh kepada Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo lalu mengusulkan agar kelompok buruh mengusulkan beberapa nama yang pantas untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Saya tanya kamu, ada saran nggak? Coba kalian berembug dulu dan usulkan siapa dari tokoh buruh" Ujar Prabowo dihadapan serikat buruh.

Beberapa nama kemudian muncul, dan dari banyaknya tokoh buruh yang telah menjadi ikon perjuangan kelas pekerja di Indonesia, nama Marsinah mencuat.

Marsinah merupakan tokoh dan simbol perjuangan buruh yang melegenda di Indonesia. Namanya dikenal oleh banyak orang berkat keberaniannya memperjuangkan hak-hal pekerja.

Di Masa Orde Baru, dimana represifitas masih jadi pemandangan umum di Tanah Air. Marsinah telah dengan berani bergerak di jalur perjuangan.

Pada tahun 1993, ia memimpin massa buruh melakukan unjuk rasa mengenai tuntutan menaikkan upah pekerja yang jauh dibawah kelayakan.

Marsinah sendiri merupakan buruh wanita yang bekerja di PT Catur Putra Surya, sebuah pabrik pembuatan jam tangan yang berdiri di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga: Kerusuhan Haymarket, Cikal Bakal Lahirnya Hari Buruh Internasional

Naas, perjuangan wanita asal Nganjuk ini terhenti karena dia dinyatakan menghilang. Pada 9 Mei 1993, jenazahnya ditemukan dalam keadaan tragis.

Ia ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka dan beberapa tulang yang patah di sebuah gubuk kecil di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur.

Cerita keberanian Marsinah hingga kini masih menjadi ikon perjuangan buruh dan kesetaraan gender yang melekat telah menjadi martir dalam perjuangan kelas pekerja di Indonesia.

Source: Jawa Pos, Komnas HAM

Editor : Baskoro Septiadi
#Hari Buruh Internasional #Marsinah Pahlawan Nasional #Prabowo Dukung Marsinah Jadi Pahlawan Nasional #Tokoh Buruh Marsinah #Prabowo Jadikan Marsinah Pahlawan Nasional