RADARSEMARANG.ID, Semarang- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, gerak cepat (gercep) dengan langsung menarik truk sampah sempat viral di media sosial gara-gara kontainernya berlubang.
Dalam akun Instagram @semarangskyperject, nampak sebuah truk pengangkut sampah pada kontainernya berlubang cukup besar, hingga sampah yang diangkut berjatuhan di jalan. Kondisi tersebut cukup mengganggu pengguna jalan.
Dalam postingan tersebut, disebutkan jika truk sudah tak layak, serta meminta dijadikan prioritas untuk perbaikan.
Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti mengaku langsung menarik kontainer yang berlubang untuk dilakukan perbaikan. Dinas juga telah menegur driver, agar tidak lagi memakai kontainer yang rusak ketika mengangkut sampah.
“Ini suda kita tarik dan dimasukkan ke bengkel, agar pelat dinding kontainer yang rusak diperbaiki,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/4).
Menurutnya, perbaikan menjadi opsi dibandingkan menunggu pengadaan kontainer baru, yang diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama. Padahal, pelayanan harus tetap dilakukan.
Sebenarnya DLH telah merencanakan pengadaan konteriner baru, namun baru bisa dipakai pada Juli atau Agustus mendatang.
“Pengadaan kontainer memakan waktu sekitar 75 – 90 hari. Sementara, kalau perbaikan hanya membutuhkan waktu sekira satu pekan,” tambahnya.
Menurut Arwita, dengan kondisi kondisi yang rusak cukup menghambat pelayanan pengangkutan sampah.
Arwita mengaku, telah menganggarkan peremajaan 44 kontainer sebesar Rp 2,5 miliar melalui APBD 2025. Peremajaan diprioritaskan untuk armada yang mengalami kerusakan berat. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Semarang.
“Ada yang rusak ringan, sedang, berat. Jadi, harus dipisahkan. Seperti di video (video viral) rusak berat. Kalau lobang dikit itu rusak ringan. Memang yang rusak berat yang diutamakan,” terangnya.
Selain menggunaan APBD, DLH juga berencana menggaet pihak swasta untuk menggelontorkan CSR. Namun pihak swasta memilih memberikan bantuan berupa tong sampah pilah dan gerobak sampah.
“Kalau yang untuk kontainer belum ada (CSR,red), karena anggaranya cukup besar sekitar Rp 60 juta,” pungkasnya. (den/zal)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan